Momen Polisi Evakuasi Balita yang Dibawa Ortu Demo Bisnis PCR di KPK

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 15:02 WIB
Momen polisi evauasi balita dari mobil komando pendemo di depan KPK
Momen polisi evauasi balita dari mobil komando pendemo di depan KPK. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Massa demo KPK menuntut pengusutan dugaan bisnis PCR yang menyeret nama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir. Massa demo ini menamakan diri DPW Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI Jakarta.

Demo tersebut diikuti puluhan peserta. Demo berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 11.45 WIB.

Namun, ada yang miris dari aksi demonstrasi tersebut. Beberapa peserta aksi menyertakan sejumlah anak di bawah umur.

Dalam video yang diterima detikcom, terlihat anak-anak itu berada di mobil komando. Para anak itu terlihat digendong oleh orang tuanya.

Kapolsek Setiabudi Kompol Beddy Suwendi kemudian mengevakuasi salah satu anak kecil yang ikut demonstrasi. Beddy menghampiri mobil komando tempat anak kecil itu berada.

Dia kemudian naik ke atas mobil komando tersebut. Salah satu balita itu lalu dibawa turun oleh Beddy.

"Kita turunkan anak-anak dari mobil komando yang ikut aksi unjuk rasa di depan gedung KPK Kuningan tadi," kata Beddy dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Polisi pun memberikan imbauan kepada sejumlah demonstran untuk tidak melibatkan anak-anak dalam berunjuk rasa. Beddy menyebut saat ini kondisi di gedung KPK pun telah steril dari massa aksi.

Pantauan detikcom di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021), puluhan orang tampak memakai baju berwarna hitam. Mereka juga membawa keranda hitam bertulisan 'korban PCR'.

"Demi mengendalikan penyebaran COVID-19, pemerintah memberlakukan tes PCR sebagai syarat perjalanan. Masalahnya, dengan harga tes PCR yang selangit, sulit bagi rakyat untuk mengaksesnya," kata Ketua Umum SMRI Wahida Baharudin di gedung KPK.

Wahida lalu menyinggung perihal isu adanya bisnis tes PCR oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia yang melibatkan Luhut dan Erick Thohir. Wahida menyebut dugaan keterlibatan dua menteri Jokowi itu melukai hati masyarakat.

"Belakangan kita ketahui bersama, di balik penyerahan tes PCR ke mekanisme pasar, ternyata ada penyelenggara negara yang diduga terlibat berbisnis tes PCR PT Genomik Solidaritas Indonesia, salah satu perusahaan penyedia jasa PCR, punya kaitan dengan dua pejabat penting di pemerintahan Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir," katanya.

(ygs/mea)