PPP Minta BSSN Turun Tangan Usut 3 Akun Polisi Like Konten Porno

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 07:32 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Ilustrasi Twitter (Foto: Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta -

Akun Twitter Satlantas Polres Banyumas, Polres Bogor Kota, dan Polda Jambi bikin geger setelah me-like dan me-retweet akun yang menyebar konten porno. PPP menyebut peretas ketiga akun Twitter jajaran Polri itu nekat.

"Komisi III meminta agar soal dugaan akun twitter jajaran Polri me-like postingan akun porno karena diretas perlu dituntaskan. Artinya, kalau benar diretas, para peretas (hijackers) ini sudah sampai pada tahap nekat, karena berani meretas akun milik jajaran Polri," ujar anggota Komisi III Fraksi PPP Arsul Sani kepada detikcom, Rabu (17/11/2021).

Arsul menyebut penyelidikan ini perlu melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan di-backup oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri. Hal ini agar penyelidikan lebih dinilai kredibel oleh publik.

Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menilai paham dan gerakan radikalisme bisa dicegah dan dihentikan, jika seluruh proses penyelenggaraan negara membuka ruang konsultasi dan partisipasi publik.Arsul Sani (Foto: Dok. MPR)

"Namun, agar penyelidikan atas dugaan ini dipercaya atau dinilai kredibel oleh publik, menurut hemat saya, Polri perlu meminta badan lain, dalam hal ini BSSN," ungkap Arsul.

"Selain itu, kasus ini sebaiknya dipergunakan untuk menata kembali akun-akun medsos Polri atau yang mengatasnamakan Polri," jelas Arsul Sani.

Diketahui, fenomena like konten porno ini bermula dari akun Twitter Satlantas Polresta Banyumas, @lantasrestabms, yang disebut sempat diretas sebelum akhirnya dinonaktifkan sementara.

Akun tersebut sempat retweet karikatur dengan gambar tidak senonoh laki-laki dan perempuan. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan akun @lantasrestabms meretweet postingan akun lain yang sudah diunggah sejak 6 April 2021 lalu.

"Postingan konten negatif pada akun Twitter Satlantas Polresta Banyumas diketahui diunggah tanggal 6 April 2021," kata Iqbal dalam keterangannya, Minggu (7/11).

Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Ari Prayitno menyebut akun Twitter Satlantas Polresta Banyumas itu sempat diretas.

"Iya (diretas/di-hack). Jadi Twitter itu sudah tidak aktif sejak 27 Oktober 2020. Kita kan beralih ke Instagram, ternyata Twitter itu kalau lama tidak digunakan auto-reboot katanya. Itu sekarang sedang didalami sama Satreskrim Polresta Banyumas yang koordinasi dengan Polda sepertinya," kata Ari saat dihubungi detikcom, Minggu (7/11/2021).

Beberapa hari setelahnya, giliran akun Twitter @PolresBogorKota bikin gempar jagat maya setelah menyukai akun yang menyebarkan video porno.

Unggahan yang viral ini berawal dari postingan @txtdrberseragam. Akun tersebut mengunggah foto screenshot yang menampilkan postingan yang di-like oleh @PolresBogorKota. Postingan yang di-like tersebut yakni konten-konten porno.

"Kita sudah mempunyai akun-akun itu sudah lama sekali. Selama ini tidak ada masalah dengan seperti ini. Polres Bogor Kota akan melakukan penyelidikan terkait penggunaan tersebut. Siapa yang me-like akun yang tidak bagus itu ya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

Terbaru, giliran akun Twitter Polda Jambi yang jadi perbincangan di media sosial. Akun tersebut diduga menyukai konten porno. Polda Jambi menduga akun Twitter itu diretas.

"Ya, kita sampaikan ya, jika itu bukanlah dari pihak kita, Twitter resmi Polda Jambi itu sudah lama tidak aktif ya, dan sejak berapa bulan tidak digunakan. Terus dari admin kita sudah cek ya. Kalau itu ada upaya pihak luar yang masuknya, sekarang sudah kita reset ulang, jadi itu bukan dari kami itu," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto, Rabu (17/11/2021).

(isa/idn)