Resmi Dibuka, Pekan Adat Sumsel 2021 Jadi Alat Jaga Budaya

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 21:56 WIB
Pekan Adat Sumsel 2021
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Kegiatan Pekan Adat Sumsel Tahun 2021 secara resmi dibuka untuk umum di Gedung Graha Budaya Jakabaring mulai Selasa (16/11) sore. Ini merupakan Pekan Adat kedua yang digelar semasa pemerintahan Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

Menurut Herman agenda Pekan Adat ini harus didukung semua lapisan masyarakat hingga pejabat demi terjaganya kelestarian adat budaya Sumsel yang sangat terhormat.

"Pekan Adat ini adalah alat juang kita untuk menjaga adat dan budaya Sumsel yang menjadi kehormatan kita," ujar Herman dalam keterangan tertulis, Rabu (17/11/2021).

Dalam sambutannya Herman mengaku sangat mengapresiasi semua panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara. Ia pun mengaku bangga melihat masih banyak masyarakat Sumsel terutama tokoh adat, pelaku seni dan lainnya yang masih sangat peduli dengan kekayaan adat budaya yang dimiliki Sumsel.

"Melihat acara hari ini, kekhawatiran banyak pihak tentang menurunnya minat mempertahankan budaya sepertinya tidak terjadi. Asalkan kita bersatu ini tentu bisa dipertahankan," ujarnya.

Menurutnya, sejak awal ia berkomitmen mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi budaya, khususnya adat-istiadat, karena Sumatera Selatan sangat kaya akan tradisi budaya yang baik dan harus diwariskan kepada generasi muda.

Ia mengatakan adat adalah warisan budaya yang wajib dilestarikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menyadari pentingnya hal ini, maka Sumatera Selatan juga harus memprioritaskan pelestarian adat ini.

"Usaha kita untuk melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan harus terus menerus, karena kalau tidak, maka generasi muda kita akan kehilangan arah dan jati diri. Dengan demikian, kita juga memerlukan pembangunan manusia atau pembangunan non fisik. Karena pembangunan fisik saja tanpa membangun non fisik, maka akan timpang dan berdampak tidak baik bagi masa depan bangsa, daerah dan negara kita," jelasnya.

Lebih jauh Herman berharap penyelenggaraan Pekan Adat ini tidak sekedar menjadi ajang menampilkan gaun-gaun tradisional.yang indah dari berbagai suku. Juga bukan menampilkan kesenian semata dari berbagai daerah.

"Penampilan busana dan kesenian itu sudah pasti membanggakan. Tapi saya ingin lebih dari itu bagaimana, adat dan budaya di Sumsel ini benar-benar dikupas lagi, misal tentang penggunaan tingkat bahasa dan lainnya. Saya minta Dispar mulai menginventarisir ini," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Herman juga tak lupa mengapresiasi Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) yang diketuai H. Syahrial Oesman yang telah berkomitmen untuk berkontribusi melestarikan serta mengembangkan adat budaya Sumsel.

"Tahun depan pelaksanaan Pekan Adat Sumsel harus lebih besar dan lebih membanggakan," ujar Herman.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan kegiatan ini merupakan program dengan melibatkan pelaku budaya termasuk paguyuban di Sumsel. Dengan harapan potensi adat dan budaya yang mumpuni dimiliki Sumsel dapat tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali generasi muda bahkan anak-anak.

"Ini merupakan program kerja yang kami susun untuk mengejawantahkan keinginan Pak Gubernur yang memang sangat konsen untuk melestarikan dan mengembangkan bahkan mengangkat budaya-budaya yang selama ini ada tapi belum muncul ke permukaan," tutur Aufa.

Dalam kegiatan itu, kehadiran Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HDy serta Ketua ICSB Sumsel Hj Samantha Tivanny. Mereka disambut dengan balutan prosesi penyambutan tamu menggunakan adat Komering yang kental saat tiba di depan Gedung Graha Budaya.

Di sela acara, Herman Deru juga diberi surprise dengan deklarasi dari Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu. Puncak acaranya, Herman Deru membuka Pekan Adat Sumsel 2021 tahun kedua dengan memukul alat musik Kulintang. Tampak hadir dalam kesempatan itu Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumsel Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

(fhs/ega)