Damkar Jaksel Selamatkan HP Anggota Bawaslu yang Jatuh ke Gorong-gorong

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 21:24 WIB
Damkar selamatkan ponsel milik anggota Bawaslu Jaksel Abdul Salam yang jatuh ke gorong-gorong
Damkar selamatkan ponsel milik anggota Bawaslu Jaksel Abdul Salam yang jatuh ke gorong-gorong. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan menyelamatkan sebuah ponsel yang jatuh ke gorong-gorong di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ponsel itu rupanya milik anggota Bawaslu Kota Jakarta Selatan, Abdul Salam.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Mochamad Arief, menjelaskan peristiwa itu terjadi hari ini, Rabu (17/11) pukul 07.44 WIB. Kejadian itu terjadi tepatnya di Jalan Faletahan 1 No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Arief juga menjelaskan Abdul hendak mengikuti rapat di Hotel Falatehan, Jakarta Selatan. Saat itu, ponsel Abdul Salam tercebur dan masuk ke gorong-gorong.

"Pelapor hendak mengikuti rapat di Hotel Faletehan kemudian HP-nya tercebur masuk ke dalam gorong-gorong," kata Arief saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Abdul Salam kemudian menghubungi petugas Damkar. Butuh waktu sekitar 54 menit untuk mengambil ponsel yang berada di dalam gorong-gorong.

"Jam tiba 07.51 WIB, selesai pukul 08.45 WIB," tambahnya.

Arief juga menjelaskan Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan satu unit smoke removal untuk mengambil ponsel milik Abdul Salam. Ponsel milik Abdul Salam bisa diambil lagi atas bantuan 4 personel.

Dihubungi secara terpisah, Abdul Salam menjelaskan ponselnya yang jatuh itu semula berada di pintu mobil. Saat pintu mobilnya terdorong, ponselnya langsung jatuh tepat di lubang gorong-gorong.

"Mobil saya persis parkirnya di atas bak kontrol gorong gorong. Waktu saya lagi persiapan nah itu HP saya, saya taruh pintu mobil karena pintu mobilnya ke dorong badan saya jatoh langsung masuk ke gorong-gorong itu, pas ada lubang ya," jelas Abdul.

Abdul juga menjelaskan saat ini kondisi ponselnya masih baik. Hal itu disebabkan ponselnya dilapisi pelindung.

"Posisi hidup dan alhamdulillah karena saya pakai pelapis hardcase yang plastik kaku itu," tutur Abdul.

(mea/mea)