Dinkes DKI Periksa 2.245 Sampel Corona, 54,3% Mutasi Virus Berbahaya

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 17:24 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk melihat kemungkinan mutasi virus berbahaya atau variant of concern (VOC). Dari 2.245 sampel yang diperiksa, 54,3 persen di antaranya terdeteksi sebagai mutasi virus berbahaya.

"Pemeriksaan WGS sebanyak 2.245 sampel. Sebanyak 54,3 persen hasil pemeriksaan WGS adalah mutasi virus yang berbahaya/VOC," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangannya, Rabu (17/11/2021).

Dwi mengatakan 2.000-an sampel ini merupakan akumulasi pemeriksaan WGS sejak Juli 2021. Tujuannya untuk mendeteksi varian baru COVID-19.

"Kami di Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan WGS ini untuk melihat adanya kemungkinan mutasi virus yang berbahaya atau variant of concern (VOC)," imbuhnya.

Dwi memerinci, 54,3 persen itu didominasi varian Delta dan subvariannya. Sedangkan sisanya varian baru virus COVID-19, yakni Alpha, Beta, dan Kappa.

"Sebesar 93 persen VOC adalah varian Delta dan subvariannya, sedangkan sisanya adalah varian Alpha, Beta, dan Kappa. Sebesar 28 persen dari jumlah VOC menjangkiti usia di bawah 18 tahun, 62 persen menjangkiti usia 19-59, dan 10 persen pada usia 60 tahun ke atas," jelasnya.

Dinkes DKI Jakarta melaporkan per hari ini terdapat tambahan 130 kasus COVID-19. Adapun sebaran kasus positif hari ini berdasarkan wilayah adalah Jakarta Selatan 24 kasus (18,46%), Jakarta Utara 13 kasus (10%), Jakarta Timur 12 kasus (9,23%), Jakarta Barat 11 kasus (8,46%), Jakarta Pusat 9 kasus (6,92%), dan luar DKI Jakarta/pekerja migran 61 kasus (46,92 persen).

(taa/idn)