5 Catatan PAN untuk KSAD Dudung: Kompetensi Prajurit Meningkat-Alutsista Kuat

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 17:16 WIB
Farah Puteri Nahlia
Farah Puteri Nahlia (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Jenderal Dudung Abdurachman resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia menyebut ada lima poin yang menjadi catatan Jenderal Dudung selama menjabat nanti.

"Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Letjen Dudung sebagai KSAD. Setidaknya ada lima poin yang menjadi harapan kami atas dilantiknya Pak Dudung sebagai KSAD," ujar Farah Puteri Nahlia kepada detikcom, Rabu (17/11/2021).

Pertama, Farah menyampaikan bahwa sosok Dudung diharapkan mampu melanjutkan dan meningkatkan kebijakan positif di KSAD. Salah satunya kebijakan penghapusan tes keperawanan yang kontroversial.

"Kami berharap Pak Dudung dapat meningkatkan dan terus melanjutkan kebijakan positif yang sudah dibuat KSAD sebelumnya, misalnya terkait penghapusan tes keperawanan bagi calon Kowad. Kami tentu berharap Pak Dudung nantinya melanjutkan kebijakan positif tersebut," kata legislator PAN itu.

Kedua, ia berharap Jenderal Dudung mengedepankan profesionalitas dan integritas TNI AD dalam menjalankan tugas-tugas pokok TNI. Jenderal Dudung diharapkan mampu bersinergi dengan matra TNI lainnya.

"Dan tentu TNI AD di bawah kepemimpinan Pak Dudung sebagai KSAD diharapkan semakin kuat, solid, akuntabel, transparan, dan tentunya mampu bersinergi dan membangun soliditas antarmatra TNI, yaitu dengan TNI AL dan TNI AU," kata Farah.

Selain itu, pihaknya mengharapkan Jenderal Dudung meningkatkan kualitas sumber daya di TNI. Baginya, peningkatan kompetensi prajurit penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan bangsa ke depan.

"Kami berharap Pak Dudung juga dapat meningkatkan kompetensi prajurit dan kesadaran hukum bagi personel yang bertugas di daerah konflik. Peningkatan kompetensi prajurit menjadi penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan yang akan dihadapi bangsa Indonesia," katanya.

Farah menambahkan, pekerjaan rumah (PR) bagi Dudung adalah pembangunan TNI yang kuat dan modern. Salah satunya dengan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang lebih baik.

"Kami berharap, di bawah kepemimpinan Pak Dudung, pemeliharaan dan modernisasi alutsista berjalan lebih baik. Pemeliharaan dan modernisasi alutsista sangat penting, bukan hanya untuk menjawab tantangan, ancaman, dan kebutuhan sesuai geopolitik dan geostrategi Indonesia, tetapi juga keamanan dan keselamatan prajurit sebagai aset bangsa juga harus tetap dijadikan prioritas," papar dia.

Catatan terakhir, dia berharap TNI AD di bawah kepemimpinan Jenderal Dudung bersikap netral dan bebas kepentingan politik praktis.

"Berkomitmen memperkuat demokrasi Indonesia dan tidak terjebak dalam arus kepentingan politik praktis yang dapat merugikan institusi TNI, khususnya TNI AD itu sendiri," pungkasnya.

Simak video 'Jenderal Dudung Ungkap Pesan dari Jokowi Usai Dilantik Jadi KSAD':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)