Kasus ITE Bupati Solok Disetop Polda, Ketua DPRD Akan Lapor ke Propam Mabes

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 16:59 WIB
Ketua DPRD Solok saat di Polda Sumbar (Jeka-detikcom)
Ketua DPRD Solok saat di Polda Sumbar. (Jeka/detikcom)
Jakarta -

Pihak Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra menilai ada kejanggalan di pemberhentian kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Bupati Solok Epyardi Asda. Kuasa hukum Dodi akan melapor ke Propam Polri.

"SP2Lid (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan) itu belum final, masih ada tahapan-tahapan lanjutan dalam kasus ini. Kita akan bawa permasalahan ini ke Kapolda Sumbar dan Mabes Polri," kata kuasa hukum Dodi, Yuta Pratama, Rabu (17/11/2021).

Pemberhentian penyidikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE itu tertuang dalam surat ketetapan penghentian penyelidikan no: S.Tap/13.a/XI/RES.2.5/2021/Ditreskrimsus tanggal 12 November 2021.

Yuta menyatakan pihaknya tak sepakat dengan keputusan pemberhentian kasus karena dinilai kasus ini tidak cukup bukti, tidak ada unsur pidana, dan sejumlah poin lainnya.

"Harus jelas dong. Jika dikatakan tidak cukup bukti, kita tentu akan bertanya, bukti yang mana? Kalau dikatakan tidak ada unsur pidana, seperti apa? Karena itu, kita akan minta semua hasil penyelidikannya," katanya.

Yuta bersama kliennya akan melaporkan masalah ini ke Mabes Polri dan Propam Polri. "Kami akan melapor ke Mabes dan Propam Polri, tunggu saja," katanya.

Sementara itu, Dodi juga tak menyangka kasus dugaan pencemaran nama baiknya dihentikan Polda Sumbar.

"Kami akan diskusikan lebih matang lagi dengan penasihat hukum. Selanjutnya baru ke Mabes Polri," kata Dodi.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.