Timsel Umumkan 629 Calon Anggota KPU Bawaslu Lolos Verifikasi Administrasi

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 13:00 WIB
Jakarta -

Tim Seleksi mengumumkan sebanyak 629 orang calon anggota KPU Bawaslu yang lolos tahap administrasi. Masing-masing terdiri atas 352 calon KPU dan 277 calon Bawaslu.

"Pendaftar yang lulus penelitian administrasi KPU yang memenuhi syarat 352 orang, dengan rincian laki-laki 255 orang dan perempuan 97 orang atau 27,5%," kata Ketua Timsel, Juri Ardiantoro, dalam konferensi pers, Rabu (17/11/2021).

"Pendaftar yang lulus administrasi bakal calon anggota Bawaslu memenuhi syarat 277 orang. Dengan rincian laki-laki 207 dan perempuan 70 orang atau persentase perempuan 25,3%," sambungnya.

Pendaftaran calon anggota KPU-Bawaslu ini dilakukan melalui online, diantar langsung ke sekretariat tim seleksi dan melalui PO Box. Sebelum verifikasi administrasi disebutkan jumlah pendaftar sebanyak 868 orang.

"Sampai terakhir ditutup masa pendaftaran 15 November, jumlah pendaftar sebanyak 868 orang. Terdiri dari KPU 492 dan Bawaslu 376 orang," ujar Juri.

Namun jumlah ini berkurang setelah proses verifikasi administrasi. Beberapa persyaratan yang menyebabkan pendaftar tidak memenuhi syarat di antaranya masalah umur dan latar belakang.

"Pertama karena nyata tidak memenuhi syarat sebagai calon anggota KPU-Bawaslu. Paling menonjol dari masalah ini adalah yang bersangkutan mendaftar belum berumur 40 tahun, itu jumlahnya cukup banyak. Selain umur, juga pendidikan. Ada pendaftar yang belum lulus S1 sebagai syarat minimal," kata Juri.

Para calon anggota KPU dan Bawaslu yang diterima ini berasal dari berbagai provinsi. Berikut ini sebarannya.

Sebaran 352 calon anggota KPU berdasarkan provinsi yang lolos verifikasi administrasi:

Sumatera 77 orang
Jawa 158 orang
Kalimantan 26 orang
Sulawesi 47orang
Bali dan Nusa Tenggara 17 orang
Maluku dan Papua 27orang

Sebaran 277 calon anggota Bawaslu yang lulus verifikasi administrasi:

Sumatera 58 orang
Pulau Jawa 143 orang
Kalimantan 17 orang
Sulawesi 33 orang
Bali dan Nusa Tenggara 11 orang
Maluku dan Papua 15 orang

(dwia/hri)