Polemik Mural Jokowi Dekat Toilet BMM, DPRD Sumut: Sungguh Terlalu!

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 10:12 WIB
Kerumunan saat pembukaan Binjai Milenial Market yang menampilkan penari waria jadi sorotan. Selain itu, keberadaan mural Jokowi juga menimbulkan polemik. (dok Istimewa)
Kerumunan saat pembukaan Binjai Milenial Market yang menampilkan penari waria jadi sorotan. Selain itu, keberadaan mural Jokowi menimbulkan polemik. (Dok. Istimewa)
Binjai -

Kerumunan saat pembukaan Binjai Milenial Market yang menampilkan penari waria berpakaian terbuka jadi sorotan. Selain itu, keberadaan mural Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan polemik.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto menyoroti penempatan mural Presiden Jokowi yang diletakkan di dekat kamar mandi saat pembukaan Binjai Milenial Market (BMM), Binjai, Sumatera Utara (Sumut). Hendro menilai hal itu tidak etis.

"Yang kita temukan di lokasi dan berdasarkan pengakuan dari pengunjung dan dibenarkan oleh pemilik BMM, polemik lainnya yaitu penempatan lukisan mural Presiden RI Joko Widodo pada bagian belakang yang kebetulan berdekatan dengan pintu masuk kamar mandi," kata Hendro saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Sebelum mural Jokowi, kehadiran dua penari waria saat pembukaan BMM di tengah kerumunan warga sudah lebih dulu jadi sorotan. Ada sejumlah anak di bawah umur juga pada kegiatan pembukaan itu.

Screenshot video viral waria berpakaian terbuka tampil di Binjai Milenial Market (dok. Istimewa)Screenshot video viral waria berpakaian terbuka tampil di Binjai Milenial Market (Dok. Istimewa)

Minta Polisi Selidiki

Sementara soal mural Jokowi dekat toilet, Hendro menilai hal itu seharusnya tidak terjadi, mengingat Presiden Jokowi yang merupakan simbol dari negara Indonesia.

"Ini sungguh terlalu karena telah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Foto Presiden bagian dari simbol negara," ucap Hendro.

Hendro mengatakan pembuatan mural merupakan hal yang baik sebagai sebuah kreativitas. Namun jika penempatannya tidak tepat, hal itu akan menjadi sebuah masalah.

"Satu sisi kita apresiasi muralnya, namun kita protes terhadap penempatannya. Harusnya hal-hal begini tidak mesti terjadi, jika pemilik BMM memiliki jiwa nasionalisme," tutur Hendro.

Hendro meminta kepolisian menyelidiki hal ini. Hendro mengatakan hal ini bisa menjadi sebuah pelanggaran hukum.

"Dengan kejadian mural foto Presiden, harus dilakukan penyidikan terhadap penyelenggara BBM. Apakah ada potensi yakni dengan sengaja meletakkan di dekat pintu masuk dengan tujuan menghina atau sebagainya, ini menjadi domain kepolisian untuk menindaklanjutinya. Dipanggil pihak penyelenggaranya. Di tanyakan kenapa diletakkan di dekat pintu masuk toilet," jelas Hendro.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: '404 Jokowi Not Found', Awal Ide Kapolri Bikin Lomba Mural

[Gambas:Video 20detik]