Sidang Hoax Babi Ngepet

Pengacara Perekayasa Babi Ngepet Ungkit Kisah Nabi Bohong demi Kebaikan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 15:39 WIB
Jakarta -

Pengacara Adam Ibrahim, Eri Edison, mengungkit kisah Nabi Ibrahim yang berbohong demi kebaikan dalam sidang agenda pleidoi kasus hoax babi ngepet terdakwa Adam Ibrahim. Eri Edison mengatakan terdakwa Adam Ibrahim berbohong kepada warga Bedahan, Depok, terkait isu hoax babi ngepet untuk meredam isu warga kehilangan uang.

Mengawali nota pembelaannya, Edison mengatakan Adam merupakan sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama dan tidak pernah melakukan tindak kriminal atau perbuatan pidana. Lebih lanjut ia menyebut Adam dalam kasus tersebut awalnya hanya ingin meredam isu warga yang kehilangan uang.

"Sungguh sangat disayangkan di mana terdakwa tersandung dalam perkara pidana ini oleh karena hanya ingin membantu meredam atas situasi yang menimbulkan keresahan yang timbul di masyarakat karena atas laporan warga banyak yang kehilangan uang di dalam rumah mereka, khususnya warga RT 002 RW 004 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, yang hingga akhirnya Saudara Adam Ibrahim harus menahan dinginnya di balik jeruji besi," kata Edison saat membacakan pleidoi dalam sidang di Pengadilan Depok, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021).

Edison lalu menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS yang dinilai berbohong demi kebaikan. Dalam konteks Nabi Ibrahim, Edison mengatakan saat itu Nabi Ibrahim berbohong demi berjihad terkait 'siapa yang menghancurkan berhala'.

"Dalam riwayat kisah para nabi, berbohong ternyata pernah diperbuat oleh Nabi Ibrahim AS Ketika beliau ditanya Raja Namrud mengenai siapa yang telah menghancurkan patung-patungnya. Beliau menjawab bahwa patung yang paling besar yang memegang kapak-lah yang menghancurkan patung-patung Namrud. Padahal beliaulah yang telah menghancurkannya," kata Edison.

"Dari penggalan kisah tersebut dapat diteladani bahwa berbohong demi kebaikan itu diperbolehkan. Akan tetapi beliau Nabi Ibrahim AS berbuat bohong juga demi kemashlahatan umatnya. Demi menegakkan tauhidnya. Lantas perbuatan bohong yang selama ini kita lakukan apakah seperti yang Nabi Ibrahim lakukan? Atau hanya untuk kepentingan pribadi saja?" ungkap Edison.

Edison menilai dalam konteks Nabi Ibrahim, saat itu berbohong demi kebaikan karena pada saat itu Nabi Ibrahim ingin membuktikan bahwa patung yang selama ini mereka sembah merupakan benda yang tak layak disembah. Hanya Allah SWT saja tuhan yang layak disembah. Karena itu, Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung tersebut tidak untuk melindungi dirinya, lantas bagaimana patung-patung tersebut mampu melindungi para penyembahnya.

Selain itu, Edison mengatakan berbohong merupakan perbuatan tercela dan penting untuk dihindari karena berbohong bisa menjadi dosa yang berakar.

Lebih lanjut, dalam konteks tuntutan jaksa, terdakwa Adam Ibrahim dituntut melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat atau melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Edison mengatakan pada sekitar April 2021 banyak warga sekitar yang berbicara kepada terdakwa Adam untuk meminta solusi atas aduan warga terkait kehilangan uang.

Setelah itu, dilakukan kesepakatan di antara warga untuk melakukan ronda malam. Kemudian pada awal April 2021, ketika terdakwa Adam mengobrol dengan salah satu warga terkait isu kehilangan uang, timbullah pemikiran terdakwa Adam untuk mengatasi isu tersebut dengan cara melakukan ritual menangkap babi ngepet.

"Pada awal April 2021, ketika terdakwa sedang ngobrol dengan salah satu warga di samping rumah kontrakannya yang meminta solusi bagaimana peristiwa hilangnya uang warga dari dalam rumah ini bisa diatasi, dan sejak itulah timbul pemikiran terdakwa untuk mengatasi hal itu dengan cara melakukan ritual atau syarat-syarat, di antaranya dengan membeli minyak misyik dan kayu gaharu serta alat-alat lainnya, yaitu ingin menangkap babi atau babi jadi-jadian atau babi ngepet," kata Edison.

Setelah itu, terdakwa meminta seorang warga berpatungan untuk membeli sejumlah peralatan ritual untuk menangkap babi ngepet.

Sebelumnya, terdakwa Adam Ibrahim dituntut 3 tahun penjara terkait kasus hoax babi ngepet yang mengakibatkan keonaran. Adam Ibrahim dinilai jaksa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong menyebabkan keonaran di kalangan masyarakat.

"Menuntut, satu, menyatakan Terdakwa Adam Ibrahim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata jaksa penuntut umum Alfa Dera di PN Depok, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/11/2021).

Jaksa meyakini perbuatan terdakwa Adam Ibrahim melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Terdakwa dituntut 3 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Adam Ibrahim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun," katanya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Alfa Dera mengatakan akan menanggapi secara tertulis pleidoi terdakwa Adam pada sidang berikutnya.

(yld/dhn)