Tinjau UMKM di Aceh, Ma'ruf Amin Tanya Keterlibatan Milenial

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 12:20 WIB
Maruf Amin Tinjau UMKM di Aceh (Lisye-detikcom)
Ma'ruf Amin Tinjau UMKM di Aceh (Lisye/detikcom)
Banda Aceh -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kantor Gubernur Aceh. Ma'ruf menanyakan keterlibatan kaum milenial dalam menciptakan produk UMKM.

Ma'ruf tiba di lokasi pemeran di Lobi Depan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (16/11/2021), sekitar pukul 11.43 WIB. Dalam tinjauan pameran UMKM ini, Ma'ruf didampingi oleh Sekda Provinsi Aceh, Taqwallah.

Saat masuk di pintu gedung pameran, Ma'ruf mampir di stan kerajinan tas. Ma'ruf pun menanyakan pemasaran dari tas itu.

"Pemasarannya ke mana saja?" kata Ma'ruf kepada penjaga stand.

"Selama ini di tingkat daerah dan nasional. Ada beberapa produk go international," jawab penjaga perempuan itu.

Ma'ruf juga bertanya siapa yang terlibat dalam pembuatan produk itu.

"Yang terlibat kaum ibu juga, pria juga?" tanya Ma'ruf.

"Ada kaum ibu dan bapak," jawabnya.

Tak sampai di situ, Ma'ruf pun menanyakan keterlibatan kaum milenial dalam produk kerajinan tas. Penjaga kemudian memberikan penjelasan.

"Milenial sudah berapa terlibat?" tanya Ma'ruf.

"Kalangan milenial terlibat di dalam produksi atau menyenangi kerajinan. Desainer banyak dari milenial sehingga produk disenangi anak muda," jawab penjaga stand.

Ma'ruf lantas melanjutkan ke stan yang menjual produk kopi.

"Ini dari daerah mana saja? Banda Aceh semua?" tanya Ma'ruf.

"Dari Banda Aceh, Pak. (Biji) kopi dari Aceh Tengah," jawab penjaga stan UMKM kopi.

Di lokasi pameran ini, Ma'ruf juga menyaksikan penyerahan bantuan program kita jaga usaha (KJU) dari ketua Baznas ke 3 perwakilan UMKM. Ma'ruf kemudian mengucapkan terima kasih kepada Baznas.

"Terima kasih kepada Baznas mengambil peran pemberdayaan masyarakat," katanya.

Sebelum meninjau pameran UMKM ini, Ma'ruf lebih dulu memimpin rapat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik. Rapat dihadiri oleh Forkopimda Aceh.

(lir/dwia)