Adian Napitupulu Bicara Sabotase Kebakaran Tangki Pertamina Jelang Pemilu

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 17:02 WIB
Jakarta -

Kebakaran tangki di area Kilang Cilacap milik PT Pertamina kembali terjadi untuk kedua kalinya dalam kurun lima bulan terakhir. Anggota Komisi VII Fraksi PDIP Adian Napitupulu menduga ada sabotase di balik terbakarnya tangki di Kilang Cilacap pada Sabtu (13/11/2021) lalu itu.

"Kemudian, mungkin tidak, terjadi sabotase? Ya mungkin juga. Oleh siapa? Bisa mafia migas, bisa juga orang-orang lain yang berkepentingan untuk membuat instabilitas. Kenapa? Karena bahan bakar minyak ini kan komponen penting buat industri, buat kehidupan manusia, dan sebagainya," ujar Adian Napitupulu saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (15/11/2021).

Adian Napitupulu mempertanyakan faktor alam yang dianggap menjadi penyebab kebakaran tangki di Kilang Cilacap tersebut. Pasalnya, kata dia, kilang minyak sebagai objek vital negara memiliki pengamanan yang ketat, termasuk terhindar dari potensi tersambar petir dan cuaca.

"Karena terjadi berkali-kali, kita melihat jangan-jangan tidak cuma karena faktor alam. Mungkin tidak, terbuka faktor-faktor yang lain? Kilang minyak ini kan harusnya masuk kategori objek vital negara ya, pengamanannya itu harus luar biasa. Mengamankan dari sabotase, mengamankan dari bencana alam, dan sebagainya," kata Adian.

Ia mengatakan ada kemungkinan kebakaran kilang minyak Pertamina di Cilacap itu terjadi lantaran adanya sabotase menjelang Pilpres 2024 mendatang. Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Tohir menjadi salah satu nama yang disebut-sebut maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Kalau sabotase, ini yang menyabotase kelompok ini, kepentingannya ini, ada dugaan ini, terkait sabotase menuju tahapan awal pemilu yang sudah akan dimulai, misalnya awal tahun depan," ujarnya.

Lantaran timbul banyak spekulasi, Adian Napitupulu menuturkan bahwa pihaknya mendesak penyelidikan oleh petugas kepolisian terkait penyebab insiden kebakaran kilang minyak itu.

"Kami akan mendesak agar aparatur negara yang berwenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan segera bergerak secepat mungkin. Mengaudit, memeriksa, segala sesuatu. Kenapa? Ini untuk menghentikan spekulasi sehingga tidak muncul spekulasi yang terlalu jauh," ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya menuntut ketegasan dari kementerian BUMN dan mendesak agar direksi kilang dimintai pertanggungjawaban atas terbakarnya kilang minyak Pertamina di Cilacap.

"Kami menuntut ketegasan kementerian BUMN dan direksi Pertamina untuk segera bersikap dan jajarannya yang bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab tentunya bukan direksi bagian distribusi, pengeboran, misalnya, tapi ada yang secara spesifik bertanggungjawab terhadap keamanan kilang. Siapa? direksi kilangnya. Dituntut pertanggungjawabannya seperti apa," kata dia.

(gbr/gbr)