Fadli Zon Sindir Jokowi, Ngabalin Singgung Bintang Mahaputera

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 11:57 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sindiran anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon kepada Jokowi soal banjir di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), berbuntut panjang. Kini Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyinggung Bintang Mahaputera yang dianugerahkan Jokowi ke Fadli.

Kritikan Ngabalin itu disampaikan lewat akun Twitter-nya seperti dilihat, Senin (15/11/2021). Ngabalin berbicara mengenai regulasi.

"Kelas penerima bintang Mahaputera bisa-bisanya dia nggak ngerti regulasi (UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana) ngoceh nggak ada ujung pangkalnya memalukan ada anggota DPR RI keseharian hidupnya penuh dengan fitnah dan kebencian," kata Ngabalin. Ngabalin telah mengizinkan cuitannya untuk dikutip.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 53 tokoh pada 2020. Dua di antaranya Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Acara penganugerahan itu dilakukan di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Kriteria pemilihan tokoh-tokoh ini sesuai dengan UU No 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Bintang tanda jasa ini diberikan dalam rangka HUT ke-75 RI.

Tanda kehormatan RI itu terdiri atas Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi. Pemberian ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No 51, 52, 53/TK Tahun 2020 tanggal 22 Juni 2020 dan No 79, 80, 81 TK Tahun 2020 tanggal 12 Agustus 2020.

Selain Fahri dan Fadli, mantan Wakil Ketua MPR Agus Hermanto dan mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) serta 22 tenaga medis yang gugur saat menangani virus Corona (COVID-19) juga diberi bintang jasa. Fahri dan Fadli adalah pimpinan DPR 2014-2019.

"Memutuskan, menetapkan dan seterusnya, kesatu menganugerahkan Tanda Jasa Medali Kepeloporan, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi kepada mereka yang nama dan pangkat jabatannya tersebut dalam lampiran keputusan ini, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya sesuai ketentuan syarat khusus dalam rangka memperoleh Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan," ujar Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto yang disiarkan kanal YouTube Setpres.

Sindiran Fadli ke Jokowi

Sindiran Fadli Zon kepada Jokowi dilontarkan setelah Jokowi menjajal langsung Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Seraya memberi apresiasi, Fadli Zon menyindir Jokowi soal banjir Sintang.

"Luar biasa, Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut," tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, seperti dilihat, Sabtu (13/11/2021).

Habiburokhman menegaskan cuitan Fadli Zon bersifat pribadi. Gerindra meminta maaf kepada pihak yang dibuat tidak nyaman.

"Soal tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi ataupun partai," kata Habiburokhman.

"Kepada beliau sudah diberikan teguran dan kami juga meminta maaf apabila statement tersebut menimbulkan ketidaknyamanan," ujar Habiburokhman.

(knv/gbr)