Menkes: Varian Delta AY.23 di Singapura Pasti Asalnya dari Indonesia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 16:16 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan mutasi varian baru virus Corona (COVID-19) yang mewabah di Indonesia seperti AY.23 dan AY.24 sudah masuk ke negara lain. Bahkan Budi mengungkap virus AY.23 yang kini mewabah di Singapura sudah mutlak berasal dari Indonesia.

"Yang paling banyak di Indonesia adalah AY.23 dan AY.4, tapi yang di Inggris banyaknya AY.4.2. Sebagai contoh, misalnya di Singapura itu AY.23 itu pasti dari Indonesia asalnya, dari India varian Delta yang asli B.1.617.2 itu masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi menjadi AY.23," kata Budi dalam siaran di kanal YouTube PKSTV seperti dikutip, Minggu (14/11/2021).

"Dan itu jadi subvarian yang sangat dominan di Indonesia dan itu juga menyebar ke luar, salah satunya ke Singapura, karena Singapura paling besar adalah AY.23, yaitu merupakan varian baru dari Delta," sambungnya.

Budi menerangkan, pemerintah pun saat ini tengah menggencarkan strategi deteksi surveillance untuk mengidentifikasi varian baru yang masuk ke Indonesia. Sebab, kata Budi, varian baru itulah yang bisa memunculkan gelombang COVID-19 berikutnya.

"Jadi kita tahu bahwa dari strategi deteksi, kita tahu ada dari strategi surveillance penting untuk kita mengidentifikasi adanya kalau ada potensi varian baru, karena varian baru inilah yang terbukti bisa gelombang berikutnya," katanya.

Budi menyadari varian Delta adalah virus yang paling kuat dan dominan saat ini. Namun, menurut Budi, Indonesia telah berhasil melampaui puncak varian delta sehingga imunitas masyarakat sudah mulai terbentuk.

"Dan sampai sekarang varian yang paling kuat adalah Delta yang paling dominan dan kita beruntung bahwa kita sudah melampaui puncaknya varian Delta sehingga imunitas rakyat Indonesia dalam hal ini sudah ada," ungkap Budi.

Budi menyadari pihaknya sempat khawatir karena adanya varian Delta Plus atau AY.4 AY.2 yang menyebar di UK. Akan tetapi Budi yakin masyarakat bisa tahan dengan virus itu karena mutasinya yang sudah terjadi di varian AY.23.

"Yang dikhawatirkan Delta Plus atau AY.4 AY.2 di UK, tetapi kalau kita lihat mutasi-mutasi yang terjadi di... tetapi kalau kita lihat mutasi-mutasi yang terjadi di Inggris atau genomic-nya AY.4.2 itu sudah terjadi di A.Y.23 atau AY.24 yang ada di Indonesia. Jadi insyaallah harusnya kita sudah relatif lebih tahan," kata Budi.

Budi menuturkan pemerintah juga telah melakukan penjagaan di pintu masuk kedatangan luar negeri untuk mencegah penyebaran varian baru virus Corona. Saat ini, pemerintah tak hanya memfokuskan penjagaan di jalur udara, tapi juga di jalur laut agar tidak kecolongan.

"Kita juga sudah melakukan penjagaan di semua entri masuknya kedatangan luar negeri, dulu kita jaga kuat di bandara udara, tapi justru masuknya dari laut," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pemerintah akan menjaga ketat semua pintu masuk kedatangan luar negeri mulai dari udara, laut, hingga darat. Hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman pemerintah saat gelombang 1 dan 2 Corona datang melanda Tanah Air beberapa waktu lalu.

"Jadi sekarang belajar dari pengalaman gelombang 1 dan 2 kita sudah melakukan penjagaan yang lebih ketat di 5 bandara udara, 9 itu yang masuknya dari laut, yang 4 entri yang datangnya dari darat dan kita sudah lihat kalau dari bandara masuknya lebih banyak dari Soekarno-Hatta, kalau dari pelabuhan laut masuknya dari Batam, dari darat itu masuknya dari Entikong. Jadi itu adalah kota-kota atau tempat-tempat entri atau perbatasan yang memang kita jaga," katanya.

(whn/knv)