Detik-detik Penggerebekan Markas 48 WNA Pelaku Cyber Fraud di Jakarta

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 21:56 WIB
Penggerebekan 48 WNA di Jakarta Barat
Penggerebekan 48 WNA di Jakarta Barat (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda Metro Jaya membongkar sindikat penipuan dan pemerasan melalui siber. Total ada 48 warga negara asing berasal dari China dan Vietnam ditangkap polisi di daerah Jakarta Barat.

Penggerebekan dilakukan Tim Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dipimpin Kompol Rovan Richard Mahenu di tiga lokasi di Jakarta Barat pada Jumat (12/11) malam.

Para pelaku digerebek di dalam sebuah ruangan. Polisi langsung meminta para pelaku untuk angkat tangan.

"Kegiatan berhenti, angkat tangannya," kata salah satu petugas di video yang diterima detikcom, Sabtu (13/11/2021).

Polisi kemudian melakukan penggeledahan. Polisi mendata para pelaku satu per satu.

Terlihat seorang pelaku perempuan menangis di lokasi saat digerebek pihak kepolisian. Sejumlah barang bukti seperti handphone di lokasi kemudian disita.

48 WNA Lakukan Pemerasan

Polda Metro Jaya menangkap 48 warga negara China dan Vietnam di Jakarta atas tindak kejahatan penipuan dan pemerasan melalui dunia maya. Modus pelaku berkedok interaksi lewat aplikasi kencan.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan pelaku menggunakan aplikasi kencan dalam mengincar korban. Lewat aplikasi itu, pelaku seolah-olah mengajak korban menjalin hubungan.

"Jadi modus operandi adalah mereka punya aplikasi namanya Chinese dating application. Jadi seperti di Indonesia aplikasi cari jodoh. Di aplikasi ini para korban berkenalan mencari jodoh," kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Setelah pelaku dan korban semakin intens berkomunikasi, pelaku lalu meminta korban melakukan aktivitas seksual lewat telepon. Namun secara diam-diam pelaku merekam aktivitas tersebut

Gambar dan video itu nantinya yang digunakan pelaku dalam memeras korban. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada korban atau diancam foto dan video akan disebar.

"Setelah direkam, mereka baru lakukan kegiatan pengancaman. Apabila korban tidak beri uang ke pelaku, mereka akan sebarkan foto bugil ke korban. Di sini kita temukan ada tindak pidana," ujar Auliansyah.

Sebanyak 48 warga negara asing ini terdiri atas 44 laki-laki dan 4 orang perempuan. Mereka rata-rata berasal dari China dan Vietnam. Auliansyah mengatakan rata-rata korban berada di China dan Taiwan, tapi pelaku melakukan tindakan kriminalnya di Indonesia.

"Hasil koordinasi dengan polisi Taiwan, mereka bermain di Indonesia, maka kami selidiki dan kami temukan di tiga tempat," terang Auliansyah.

(mea/mea)