Pakar Fesyen hingga Pembalap Beberkan Rahasia Go International

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 21:17 WIB
Gelegar Semangat Hari Pahlawan
Foto: Screenshot/detikcom
Jakarta -

Memiliki prestasi hingga bisa go international tentu menjadi impian banyak orang. Namun hal ini tentu perlu usaha dan kerja keras.

Selain dua hal tersebut, inovasi ternyata juga diperlukan untuk bisa go international. Seperti yang dilakukan Founder Mycotech Lab, Adi Reza Nugroho saat menghadirkan inovasi produk fesyen berbahan dasar jamur.

Soal inovasinya, Adi mengatakan hal ini berawal dari kekhawatirannya terhadap kontribusi industri fesyen terhadap pemanasan global. Dari sinilah akhirnya ia mencoba untuk membuat material yang lebih ramah lingkungan.

"Kami mengembangkan produk biomaterial untuk fesyen. Alasan untuk inovasi ini karena industri fesyen ternyata berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Setidaknya ada 21 miliar ton CO2 yang dihasilkan di industri ini dan 30% berasal dari material production, seperti produksi kulit, hewan, sintesis termasuk di dalamnya," ujarnya dalam acara Gelegar Semangat Pahlawan yang digelar detikcom bersama BNI, Sabtu (13/11/2021)

"Kami menggeluti usaha jamur sebenarnya dari 2012, pada saat itu kami hanya fokus di makanan. Tapi di 2014, kami melihat jamur bisa dikembangkan lagi, maka kita coba menyisihkan profit dari penjualan jamur untuk melakukan riset terhadap jamur untuk material bangunan. Namun, suatu hari ternyata kita bisa membuat bahan seperti kertas dari teknologi jamur. Dan ada pemilik brand sepatu lokal ingin menjadikannya sebagai bahan sepatu karena material kulit sangat volatile," katanya.

Berkat inovasi unik ini, Mycotech Lab telah berhasil menorehkan prestasi di kancah global. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan brand fashion dari Jepang, Doublet, di Paris Fashion Week Juni 2021. Tak hanya itu, saat ini Mycotech Lab juga telah bekerja sama dengan brand internasional lainnya.

"Kami bekerja sama dengan 6 global brand, ada dari sneakers, sports brand, luxury furniture, bahkan e-commerce masuk ke dalam partnership ini. Alasannya adalah kita ingin mempercepat inovasi agar dapat diterima di pasar global," ungkapnya.

Di samping inovasi dan kolaborasi, kualitas dari sebuah bisnis ternyata juga diperlukan untuk dapat diterima di pasar global. Owner Kekean Wastra, Achmad Nurhasim Hamada pun bercerita soal pengalamannya mengembangkan bisnis fesyennya hingga ke Eropa.

Dalam berbisnis fesyen, pria yang akrab disapa Aam ini menyebut suatu produk perlu lulus uji lab. Mengingat standar fesyen internasional berbeda dengan standar di Indonesia atau negara berkembang lainnya.

"Yang pertama adalah QC, produk-produk fesyen atau tekstil Indonesia kalau kita ekspor ke negara berkembang mungkin kita tidak perlu melalui proses uji lab. Adapun uji lab yang paling dasar ada pada unsur pewarna yang digunakan. Untuk Eropa, Asia Timur, Amerika kita harus melalui uji lab. Itu yang paling penting karena uji lab itu sendiri lulus nggak dan memenuhi standar mereka nggak," katanya.

Aam menjelaskan dalam uji lab produk fesyen perlu memperhatikan empat hal penting. Selain itu, produk fesyen yang dihasilkan harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

"Jadi dalam uji lab itu salah empatnya adalah yang pertama apakah produk kita ini berdampak terhadap lingkungan. Di dalam uji lab itu pewarnaan yang dilakukan merusak lingkungan nggak. Kemudian, tahan terhadap keringat, tahan luntur, dan tahan gesekan. Minimal empat itu yang menjadi 4 indikator utama kalau kita ingin memenangkan fesyen di internasional selain memang kualitas dari produk sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, pembalap Indonesia Sean Gelael memiliki pendapat yang berbeda soal rahasianya dapat berprestasi di kancah internasional. Menurutnya, kerja keras dan mental yang kuat menjadi kunci dirinya dapat menorehkan prestasi secara global.

"Sebenarnya aku pertama kali balap di luar ada rasa nggak enaknya. Aku butuh beberapa waktu untuk memahami bahwa aku di sini untuk menang dan melakukan hal yang terbaik. Selain kerja keras, mental pas kompetisi juga penting," katanya.

Tak hanya itu, Sean menyebut agar bisa sukses di ranah global, setiap orang juga perlu percaya diri. Dengan begitu, segala usaha yang dilakukan dapat memberikan hasil yang diinginkan.

"Kayaknya itu juga dari kepercayaan diri. Jadi harus percaya dengan kerja keras kalian. Karena kerja keras kan bukan hanya di result-nya, tapi juga di latihannya," tutupnya.

(akn/ega)