Pemprov DKI Uji Coba Prokes Konser Musik di Masa Pandemi Pekan Ini

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 19:56 WIB
Ilustrasi Penonton Konser Musik di Konser The Chainsmokers di Jakarta.
Ilustrasi konser musik (Hanif Hawari/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengizinkan konser musik digelar kembali dengan kapasitas maksimal 75 persen. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta akan melakukan uji coba penerapan prokes pada konser pertama di masa pandemi pekan ini.

"Yang pertama permohonan (konser) acara Hedi Yunus, kita lagi mau coba bagaimana protokolnya dalam minggu ini," kata Kepala Seksi Pengawasan Disparekraf DKI Jakarta Iffan saat dihubungi, Sabtu (13/11/2021).

Iffan menuturkan nantinya Pemprov DKI Jakarta akan mengundang penyelenggara konser dan sejumlah pihak terkait untuk membahas dan melihat penerapan prokes. Pihak terkait itu mulai Satpol PP, Dinkes, hingga polisi.

"Kita undang panitia pelaksananya, bagaimana cara prokesnya dengan BPBD, Satpol PP, Dinkes sama kepolisian," ujarnya.

Aturan konser musik di Jakarta diizinkan kembali ini tertuang dalam Surat Keputusan Disparekraf No 676 Tahun 2021. Hal itu tertuang dalam poin 17 jenis aktivitas usaha pariwisata yang dapat beroperasi dengan pemberlakuan PPKM level I COVID-19. DKI Jakarta saat ini sudah masuk PPKM level I.

Dalam aturan tersebut tertulis aturan untuk seni pertunjukan/pameran (temporer) sebagai berikut:

a. Kegiatan seni pertunjukan/pameran (indoor/outdoor) diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) bagi pengunjung dan jam operasional dimulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

b. Kegiatan seni pertunjukan/temporer seperti Theater, Musik dan Orchestra dapat dilaksanakan dengan maksimal kapasitas 50% (lima puluh persen) pengunjung dan terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 dan Kepolisian.

c. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan karyawan serta mengikuti penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

d. Mengatur tata kedatangan pengunjung serta tata letak (Layout) tempat pertemuan/event (kursi, meja, booth, lorong) serta melaksanakan 5M.

e. Pengunjung wajib melakukan reservasi secara online serta menggunakan metode pembayaran nontunai (cashless).

(dek/hri)