Polri Sebut WN China Bos Pinjol Ilegal Punya Koperasi dengan 80 Mitra Palsu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 12:15 WIB
Pinjaman online abal-abal
Pinjaman online abal-abal (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menangkap seorang warga negara (WN) China berinisial WJS yang diduga menjadi otak koperasi simpan pinjam yang menaungi sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. WJS memiliki KSP bernama Inovasi Milik Bersama (IMB) yang punya 80 mitra pinjol ilegal untuk meneror nasabah.

"WJS ini kita indikasi ada kurang-lebih 80 pinjol ilegal yang menjadi mitra dari KSP IMB ini. Tapi tidak tertutup kemungkinan masih ada hal yang tentunya dalam proses penyidikan kita terus lakukan pendalaman," ujar Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Kombes Andri Sudarmadi saat dimintai konfirmasi, Sabtu (13/11/2021).

Andri mengatakan pihaknya menelusuri kantor KSP IMB milik WN China ini melalui internet. Hasilnya, kantor koperasi itu ada di dua titik di Jakarta Selatan, yakni Kasablanka dan Jagakarsa.

Hanya, saat dicek langsung oleh Bareskrim, ternyata alamat itu fiktif. Andri menyebut koperasi milik WJS abal-abal.

"IMB ini saya cek ada dua titik kalau kita lihat browsing di internet. Itu beralamat di daerah Jagakarsa sama di Kasablanka, itu dua-duanya kita cek. Fiktif semua. Kita kan berpikir di situ banyak kayak orang-orang yang ditangkap Polda Metro. Ternyata nggak ada, fiktif," tuturnya.

"Itu alamat palsu. Nggak ada, abal-abal. Jadi kita tanya RT sekian. Pak RT jawab, 'di sini cuma sampai RT segini'. Fiktif," sambung Andri.

Meski demikian, kata Andri, pihaknya enggan menyerah walau mendapati alamat koperasi milik WJS palsu. Akhirnya WJS tetap bisa ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada 2 November 2021.

"Makanya kita ubek-ubek dari 27 Oktober, terakhir pas tanggal 2 November kita dapat informasi orang ini ada pergerakan, itu kita kejar. Saya langsung telepon Imigrasi bandara, Kepala Imigrasinya. Standby semua. Ternyata dia (WJS) penerbangan jam 10 malam, kita jam 8 sudah standby kita. Ya sudah kita sanggungi di situ, ternyata dia mau ke Turki," imbuhnya.