ADVERTISEMENT

Heboh Heli Terbang Rendah Bikin Atap Kios Roboh

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 05:55 WIB
Ogan Komering Ulu -

Sebuah helikopter yang terbang rendah bikin heboh warga Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, angin dari helikopter itu membuat atap kios roboh.

Video terkait robohnya atap kios karena helikopter terbang rendah viral di media sosial. Kejadian itu terjadi kawasan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Jumat (5/11/2021).

Dilihat detikcom, Jumat (12/11/2021), dalam video itu terlihat helikopter itu terbang dan angin yang dihasilkan dari baling-baling helikopter membuat atap kios pempek roboh. Warga yang berada di sekitar lokasi terlihat berlarian.


Latihan Militer TNI

Diketahui TNI tengah mengelar Latancab Kartika Yudha 2021. Latancab Kartika Yudha 2021, tersebut digelar di Pusat Latihan Tempur Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Puslatpur Kodiklatad), Baturaja, akan ditutup pada 18 November 2021.

Atap rusak akibat angin dari helikopter diperbaiki TNI (dok. Istimewa)Foto: Atap rusak akibat angin dari helikopter diperbaiki TNI (dok. Istimewa)

Para prajurit yang ikut latihan itu berasal dari Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), Satuan Intelijen, Satuan Teritorial, serta Satuan Bantuan Administrasi. Total, ada 2.709 prajurit yang menjadi peserta Latancab Kartika Yudha 2021 TNI AD.

Selengkapnya di halaman berikutnya


TNI Ganti Rugi

Kapendam II Sriwijaya Letkol Jono Marjono buka suara soal insiden ini. Letkol Jono mengatakan seluruh kerusakan langsung diperbaiki oleh pihaknya.

"Informasinya benar, semua kerusakan sudah langsung diperbaiki," kata Letkol Jono.

Dia mengatakan peristiwa itu diduga terjadi karena konstruksi atap kios kurang baik sehingga roboh. Dia mengatakan bangunan dibuat lebih kokoh.

Helikopter terbang rendah di Sumsel mengakibatkan atap kios roboh.Helikopter terbang rendah di Sumsel mengakibatkan atap kios roboh (Foto: Prima Syahbana/detikcom)

"Kejadiannya benar Jumat sore, itu karena salah satu bangunan yang konstruksi atap di depan kios pempek itu rapuh. Diduga pakai bahan yang kualitasnya kurang baik, jadi roboh. Hari itu juga tim perbaikan langsung turun ke lokasi untuk memperbaiki, dan saat ini bangunan itu malah lebih kokoh lagi dari sebelumnya," kata tim Dispenad, Mayor Infanteri Hikmat Illahi, dalam keterangan terpisah.

Menurut Hikmat, helikopter sudah terbang sesuai aturan. Dia juga mengatakan pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan ke instansi terkait dan warga sekitar soal latihan tersebut.

"Helikopter sesuai dengan ketentuan terbang di daerah aman terbang, kerusakan hanya satu itu saja, tidak ada yang lain. Sebelumnya, kita juga sudah memberikan pemberitahuan ke berbagai pihak dan masyarakat sekitar bahwa akan dilaksanakan latihan di daerah Puslatpur sini dan apabila ada kerugian atau kerusakan TNI AD akan mengganti," terangnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya


Camat Sebut Konstruksi Atap Tak Baik

Camat Martapura OKU Timur, Harlius, angkat bicara soal peristiwa ini. Ia menyebut peristiwa itu terjadi karena konstruksi atap yang kurang baik.

"Ya memang konstruksi atap kiosnya yang kurang baik, jadi wajar roboh. Banyak bangunan lain di sekitar sana bahkan yang lebih reyot juga kondisinya aman-aman saja," kata Harlius saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/11/2021).

Harlius mengatakan pihaknya sudah menerima pemberitahuan soal Latancab Kartika Yudha 2021 tersebut. Dia juga mengatakan lurah dan RT setempat telah memberi imbauan soal latihan militer itu.

"Memang ada pemberitahuan secara langsung, kita juga melalui Lurah dan RT setempat sudah mengimbau warga bahwa akan ada latihan itu," katanya.

Helikopter terbang rendah di Sumsel mengakibatkan atap kios roboh.Helikopter terbang rendah di Sumsel mengakibatkan atap kios roboh (Foto: Prima Syahbana/detikcom)

Dia menyebut latihan militer sudah sering digelar di wilayah tersebut. Menurutnya, TNI menggelar latihan rutin tiap tahun di wilayahnya.

"Latihan seperti ini memang sudah tiap tahun, warga di sini juga sudah terbiasa. Kami dari pihak kecamatan mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI sudah peduli dengan sikon (situasi dan kondisi) masyarakat, kami menyambut baik dan mengapresiasi gerak cepat tindakan perbaikan yang dilakukan," jelas Harlius.

(isa/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT