KPK Telusuri Aliran Dana Orang Kepercayaan Zumi Zola di Kasus Gratifikasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 22:09 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa 10 saksi, termasuk Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri, terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Pemprov Jambi tahun 2016-2021. KPK mendalami para saksi terkait aliran dana yang diterima orang kepercayaan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, Apif Firmansyah (AF).

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain masih terkait dengan pengesahan APBD Jambi TA 2017/2018 dan dugaan adanya aliran uang yang diterima oleh tersangka AF disertai adanya pemberian uang oleh tersangka AF ke beberapa pihak yang terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, Jumat (12/11/2022).

Para saksi itu diperiksa hari ini di Kantor Polda Jambi. Sembilan saksi itu di antaranya empat anggota DPRD Jambi periode 2014-2019, Muntalia; Budi Yako; Rudi Wijaya; dan Suprianto. Saksi selanjutnya adalah swasta Veri Aswandi dan RD Shendy Hefria Wijaya; Staf Logistik PT Athar Graha Persada, Basri; wiraswasta, Muhammad Imaduddin dan Deki Nander.

Sebelumnya, KPK menetapkan Apif Firmansyah sebagai tersangka pada Kamis (4/11). Apif diduga menerima uang senilai Rp 6 miliar dari uang yang dikumpulkan dari berbagai fee proyek dalam kasus ini.

"Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait pengumuman dan penahanan tersangka AF swasta dalam dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi di Pemerintah Provinsi Jambi Tahun 2016 s/d 2021," kata Direktur Penyidikan Setyo Budiyanto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jaksel, Kamis (4/11).

Setyo menerangkan Apif adalah orang kepercayaan Zumi Zola. Apif, kata Setyo, selalu ikut mendampingi saat kampanye Zumi Zola saat menjadi calon Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada 2010.

"AF sebagai orang kepercayaan dan representasi dari Zumi Zola di mana ketika Zumi Zola maju menjadi calon Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi, di tahun 2010, AF selalu ikut mendampingi Zumi Zoal melakukan kampanye," tuturnya.

Dalam kasus ini, diketahui, Zumi Zola divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor dengan 6 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Zumi juga dihukum pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun, terhitung sejak selesai menjalani pidana pokoknya.

Zumi Zola kemudian mengajukan PK atas vonis 6 tahun terkait kasus gratifikasi proyek-proyek di Jambi. Zumi Zola langsung datang menghadiri sidang PK.

(azh/isa)