Bareskrim Selidiki Laporan Member VTube yang Ngaku Rugi Rp 24 M

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 19:05 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah member mengaku dirugikan oleh aplikasi VTube senilai Rp 24 miliar dan telah membuat laporan polisi (LP). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bergerak melakukan penyelidikan.

"Sudah, sudah penyelidikan," ujar Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2021).

Ma'mun menjelaskan sebenarnya laporan member VTube itu sudah masuk ke Dittipidsiber Bareskrim. Hanya, laporan tersebut dilimpahkan ke Dittipideksus pada akhir Oktober 2021.

"Kita baru menerima laporan, bahkan baru terima pelimpahan perkara ya. Penanganannya dari sebelumnya di Direktorat Siber, lalu dilimpahkan ke kita. Karena yang kita tangani tentang itu," paparnya.

Lebih lanjut, Ma'mun mengatakan VTube diduga melakukan penjualan program melalui multilevel marketing (MLM) secara ilegal. Ma'mun mengklaim pihaknya belum mulai melakukan pemeriksaan saksi-saksi karena baru menerima laporan.

Baca juga: VTube Tutup?

"Ini kan dicurigainya tentang penjualan program melalui multilevel marketing-nya secara ilegal, mungkin begitu ya. Hanya karena baru dilaporkan, lalu kita masih tindak lanjuti, mungkin di tahap awal kami melakukan penyelidikan," tutur Ma'mun.

"Belum (pemeriksaan saksi), baru kami terima. Tapi pasti kita tangani," imbuhnya.

Diketahui, sejumlah orang mengaku dirugikan oleh aplikasi VTube. Mereka pun telah melaporkan VTube ke polisi.

Alfiat Rifai, koordinator korban VTube, pun meminta agar para member yang jumlahnya 17 juta berhenti berharap. Kemudian, dia menyatakan, pihaknya telah menempuh jalur hukum.

"Kedua, kami para korban dari aplikasi VTube sudah menempuh jalur hukum dengan membuat dua laporan polisi dan kedua-duanya sudah terbit. Satu dari Bareskrim, satunya lagi dari Polda Metro Jaya," katanya kepada media, Senin (8/11).

Ia juga menduga ada oknum PBNU sebagai pelindung dan pemegang saham PT Future View Tech.

"Ini sungguh sangat mengecewakan kita semua sebagai orang nahdliyin atau warga NU mengingat posisi beliau adalah salah satu ketua pusat Nahdlatul Ulama," katanya.

Kuasa hukum korban, Purnomo Ratman, mengatakan, dirinya mewakili 350-an member VTube. "Kami selaku kuasa hukum korban VTube, yang telah memberikan kuasa kepada kami kurang-lebih 300 korban, 350-an korban," katanya.

Alfiat menuturkan kerugian yang ditimbulkan dari VTube ini sekitar Rp 24 miliar.

"Kurang-lebih Rp 24 miliar. Dan jumlah itu adalah jumlah yang sangat kecil dari 17 juta pemain VTube, itu 17 juta member-nya itu kalau saja dikalikan Rp 150 ribu rata-rata, jumlahnya kurang-lebih Rp 2 triliun, Rp 3 triliun-lah," terangnya.

Tonton juga Video: YouTube Shorts Bikin Dance Challenge #MletreRameRame

[Gambas:Video 20detik]




(drg/isa)