Ke Puan Maharani, Nelayan Banyuwangi Curhat Sulitnya Dapat BBM Murah

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 18:06 WIB
Ke Puan Maharani, Nelayan Banyuwangi Curhat Sulitnya Dapat BBM Murah
Foto: DPR
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama jajaran anggota DPR mengunjungi Pasar Ikan Mandar di Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Adapun kunjungan tersebut dalam rangka menyerap aspirasi dari nelayan setempat.

Kepada Puan, para nelayan mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak (BBM) murah untuk melaut. Salah satu nelayan, Rahmat Sukardi pun menyampaikan perihal larangan membeli pertalite oleh SPBU Pertamina. Padahal, nelayan masih membutuhkan BBM murah.

"Kami disuruh beli Pertamax. Padahal kami nelayan kecil. Pendapatan ngelaut tidak seberapa, apalagi di masa pandemi," ujar Sukardi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).

Sementara Ketua Kelompok Nelayan Pantai Marina, Banyuwangi, Helmi Tri Suhadi mengeluarkan unek-uneknya tentang harga jual ikan hasil tangkapan yang rendah.

"Kalau musim panen ikan, harganya anjlok, Mbak Puan," keluh Helmi.

Senada, Rodiatulloh yang merupakan istri nelayan ini menyampaikan keluhannya seputar penghasilan sang suami yang tidak tetap. Sehingga warga Muncar, Banyuwangi ini ingin dapat membantu menambah pemasukan bagi keluarga.

"Penghasilan nelayan ini pasang surut. Kami istri-istri nelayan ingin ada pendapatan untuk membantu suami," katanya.

Puan mengaku gembira mendengar semangat para istri nelayan yang semangat membantu suami mencukupi kebutuhan hidup.

"Saya senang ini lihat istri nelayan yang bersemangat meningkatkan skill untuk mendapatkan penghasilan. Bu Menteri PPA dan Bupati Banyuwangi segera adakan pelatihan buat mereka," kata Puan.

Terkait BBM, Puan mengatakan dirinya memahami masalah tersebut. Dia pun meminta pemerintah, khususnya Menteri KP Trenggono untuk memberikan akses BBM murah kepada nelayan.

"Karena BBM itu komponen biaya utama melaut. Apalagi di masa pandemi ini," ujarnya.

Menanggapi saran Puan, Trenggono menyatakan pihaknya siap memberi BBM murah untuk nelayan, khususnya di Banyuwangi. "Akan kami salurkan lewat koperasi-koperasi nelayan," kata Trenggono.

Di akhir dialog, Puan menyatakan berterima kasih kepada para nelayan yang terbuka menyampaikan keluhan dan unek-uneknya.

"Saya bisa melihat langsung permasalahan nelayan Banyuwangi dan tentu saja daerah-daerah lain. Makanya saya bawa Menteri KKP dan anggota-anggota DPR agar bisa segera diselesaikan," ujar cucu proklamator Bung Karno ini.

Diketahui, sebelum berdialog dengan para nelayan Puan mengunjungi vaksinasi untuk keluarga nelayan. Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini juga meninjau Pasar Ikan Segar Mandar.

"Ini pasar ikannya bagus, bersih, menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat tentang pasar ikan," katanya.

Puan juga menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang di pasar ikan tersebut.

"Selain beli ikan, kita juga bisa memasak langsung dan bisa makan di tempat. Ini membuat ekonomi bergulir. Bukan hanya nelayan saja yang dapat penghasilan, tapi penjual beras, penjual sayur dan tukang masak ikut kebagian rejeki," ujarnya.

Puan juga menemui para pengrajin alat tangkap ikan dan ikut mencoba merajut jaring ikan. Setelahnya, Puan memberikan sejumlah bantuan berupa paket alat tangkap benih, bantuan permodalan perikanan tangkap, dan paket bakti nelayan (sembako) sebanyak 1.500 paket.

Turut hadir dalam kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

(fhs/ega)