Kala Jokowi Sedih Mental Inlander Padahal Sudah Jadi Bangsa Merdeka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 07:04 WIB
Presiden Jokowi
Joko Widodo (Jokowi) (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pandangan mengenai kesetaraan sosial bangsa Indonesia di dunia. Jokowi menginginkan mental inlander yang sempat melekat pada bangsa Indonesia di era penjajahan disingkirkan.

Jokowi bicara soal mental inlander saat memberikan sambutan di HUT Partai NasDem ke-10, Kamis (11/11/2021). Politikus PDIP itu mencontohkan mental inlander yang masih minder bertemu dengan warga asing atau bule.

"Kita tidak ingin, saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada yang.... Masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu. Sedih kita," kata Jokowi.

Jokowi menduga mental inlander disebabkan oleh lamanya bangsa Indonesia dijajah. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak ingin mental inlander itu tetap ada di dalam diri sebagian anak bangsa.

"Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini, wong sama-sama makan nasi juga. Memang kita juga sadar bahwa kita telah 350 tahun dijajah. Bangsa kita ini sehingga kadang-kadang saya berpikir apakah terjajah terlalu panjang ini memunculkan sebuah DNA yang tadi saya sampaikan. Jangan-jangan seperti itu meskipun kita sudah 76 tahun merdeka," ujar Jokowi.

"Dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang, bukan diberi. Tapi DNA ini masih terus kepikiran. Jangan-jangan kita memiliki mental inlander, mental terjajah, mental inferior gara-gara DNA yang diturunkan karena 350 kita terjajah. Jangan ditepukin, dong," kata Jokowi sambil meminta hadirin tidak bertepuk tangan.

Jokowi mengajak semua pihak membangun optimisme. Bangsa Indonesia, kata Jokowi, harus percaya diri dan meninggalkan mental inlander.

Lihat juga video 'Jokowi Ditanya Penanganan Dampak Perubahan Iklim di KTT APEC-ABAC':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: