Savas Fresh Diminta Hapus Konten Fitnah ke Gen Halilintar di YouTube

M Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 19:57 WIB
YouTuber Savas Fresh minta maaf kepada Atta Halilintar
YouTuber Savas Fresh minta maaf kepada Atta Halilintar (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Atta Halilintar telah memaafkan dan mencabut laporan terhadap YouTuber Savas Fresh. Namun, sebelum itu terpenuhi, Savas diminta untuk menghapus konten terkait di kanal YouTube yang dinilai telah merugikan Atta Halilintar dan Gen Halilintar.

"Kemudian diharapkan dari pihak pelaku juga menghapus konten-konten yang pernah di-upload di media sosialnya yang mencemarkan itu tadi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan di Polres Jaksel, Kamis (11/11/2021).

Tidak hanya itu, Savas juga diminta memberikan imbauan kepada masyarakat luas melalui kanal YouTube agar juga ikut menghapus konten dirinya terkait Atta Halilintar dan Gen Halilintar itu.

"Dan juga (agar Savas Fresh) memberikan imbauan di konten tadi di akun tersebut kepada masyarakat untuk segara menghapus konten yang pernah dia upload," katanya.

"Karena sudah cukup lama ini, 1 tahun konten disebarkan di medsos tentu banyak orang yang sudah menyimpan materi dari isi dari media sosial tersebut, sehingga bukan hanya dia menghapus konten di akunnya, tapi dia juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menghapus hal yang sama juga," papar Azis.

Azis mengatakan upaya ini merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui para pihak yang menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

Di sisi lain, Atta Halilintar juga telah memaafkan dan mencabut laporan polisi atas pencemaran nama baik Savas Fresh ini.

"Proses yang utama adalah korban atau pelapor mencabut laporan. Dan (Atta Halilintar) memaafkan pelaku," imbuh Azis.

Penahanan Savas Fresh Ditangguhkan

Karena telah terjadi perdamaian dan laporan juga telah dicabut oleh Atta Halilintar, polisi kemudian menangguhkan penahanan Savas Fresh.

Savas Fresh telah dikeluarkan dari Rutan Polres Metro Jakarta Selatan siang tadi.

"Penyidik menindaklanjuti proses restorative justice tersebut dengan diawali penangguhan penahanan dulu terhadap tersangka dan proses berkas perkara akan dilakukan gelar perkara tersendiri," kata Kapolres Jaksel Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan di Polres Jaksel, Kamis (11/11).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.