232 Nakes-Petugas Pemulasaraan Jenazah Dapat Penghargaan dari Kemenkes

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 19:12 WIB
Covid: Sekitar 180.000 nakes di seluruh dunia meninggal akibat virus corona, 2.000 di antaranya dari Indonesia
Foto: BBC World
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPPSDMKes) memberikan penghargaan kepada 232 tenaga kesehatan (nakes) dan petugas pemulasaraan jenazah dalam penanganan pandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan tenaga kesehatan (Nakes) selalu memegang peran penting untuk merespons bencana, terutama pandemi COVID-19. Menurutnya, pandemi memiliki dampak besar sehingga perlu kontribusi nakes untuk mengurangi penderitaan korban.

"Saya mewakili pemerintah dan saya pribadi memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada nakes di seluruh pelosok Indonesia karena terus menjaga rakyat Indonesia," katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis (11/11/2021).

Di acara penganugerahan di Jakarta hari ini dia pun mengapresiasi para nakes serta SDM penunjang yang ikut membantu penanganan pandemi di Indonesia. Menurutnya mereka bekerja dengan baik dan cepat.

Lebih lanjut, Budi mendorong nakes agar bersifat proaktif guna mencegah lonjakan kasus COVID-19. Kendati demikian, upaya tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, seperti di bidang peternakan.

"Pandemi adalah tugas kita, saya mengimbau kepada nakes dan sebagian teman-teman di peternakan ke depannya jangan menunggu terjadi pandemi baru reaktif. Tapi kita bangun secara proaktif bagaimana pandemi ke depannya bisa dicegah," tuturnya.

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah juga harus membangun kerja sama internasional untuk mencegah penyebaran virus lintasnegara.

Sementara itu, Plt Kepala Badan PPSDMKes dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan selama pandemi COVID-19 tenaga kesehatan menjadi pejuang untuk menyehatkan dan menjaga masyarakat.

"Hari ini kami beri apresiasi dan penghargaan dari pemerintah kepada tenaga kesehatan dan juga SDM penunjang yang bertugas di Puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya yang menangani pasien COVID-19," katanya.

Diungkapkannya para tenaga kesehatan dan SDM penunjang itu berhadapan langsung dengan pasien COVID-19, sehingga mereka memiliki risiko terpapar COVID-19. Namun di sisi lain mereka harus tetap menjaga pelayanan kesehatan yang bersifat esensial harus tetap berlangsung.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki peran dalam menyukseskan program vaksinasi nasional yang kini mencapai lebih dari 205 juta suntikan.

(akd/ega)