DJ Sandra Arimbi Ngaku Dikontrak Rp 50 Juta buat Live Promo Judi Online

M Syahbana - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 12:58 WIB
Palembang -

Disjoki atau DJ Sandra Arimbi ditangkap karena diduga mempromosikan judi online lewat akun media sosialnya. DJ Sandra Arimbi mengaku melakukan live streaming selama 1 jam tiap malam untuk mempromosikan situs judi online itu.

"Setiap malam, sesuai perjanjian, live streaming endorse judi itu selama 1 jam," kata DJ Sandra Arimbi kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Dia mengaku total kesepakatan dirinya dengan pihak judi online berjumlah Rp 50 juta. Namun dia mengaku baru menerima Rp 25 juta.

"Totalnya kesepakatan itu Rp 50 juta, pertama terima Rp 10 juta, selanjutnya Rp 15 juta. Sisanya belum dibayar," kata dia.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi  (M Syahbana-detikcom)Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi (M Syahbana/detikcom)

Polisi Buru Pengelola Judi Online

Polisi pun memburu pengelola judi online yang menggunakan jasa DJ Sandra Arimbi.

"Untuk pengelola judi akan kita cek dulu, akan kita dalami," kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Dia mengatakan DJ Sandra Arimbi mengaku tak pernah bertemu secara langsung dengan pengelola judi online. Menurutnya, semua pembayaran dilakukan secara transfer.

"Dia bilangnya hanya seperti itu, sesuai dengan transferan ke rekening dia," kata Tri.

"Tidak bertemu secara langsung, semua transaksi via online," sambungnya.

Sebelumnya, penangkapan DJ Sandra Arimbi dilakukan personel Polrestabes Palembang di kediamannya pada Rabu (10/11). Saat ditangkap, DJ Sandra Arimbi sedang beraksi mempromosikan sejumlah situs judi online.

"Kegiatan tersebut sudah dilakukan tersangka sejak Agustus lalu, melakukan promosi. Tiap bulan tersangka ini telah menerima bayaran Rp 10 juta," kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi saat dimintai konfirmasi.

Dia menyebut DJ Sandra Arimbi diduga telah mempromosikan situs judi online sejak Agustus 2021. Saat ini DJ Sandra Arimbi telah menjadi tersangka karena diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita mengamankan tersangka di kediamannya tanpa perlawanan," ujar Tri.

(haf/haf)