Ketum PPP Beberkan Cara Agar RI Jadi Negara Maju di 2045, Apa Saja?

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 22:24 WIB
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa
Foto: PPP
Jakarta -

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyebut transformasi ekonomi harus dilakukan untuk mewujudkan visi Indonesia maju pada 2045. Langkah ini juga mampu mengeluarkan negara ini dari status middle income country atau negara berpendapatan menengah.

"Kita ingin menjadi negara maju pada 2045, yakni pada 100 tahun Indonesia merdeka yang telah didesain oleh Bappenas. Setidaknya kita ingin keluar dari tekanan negara middle income yang disebut dengan jebakan tingkat pendapatan menengah," tutur Suharso dalam keterangan tertulis, Rabu (10/11/2021).

Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas itu dalam kegiatan Webinar Series Pra Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2021 dengan tema 'Arah Kebijakan Pembangunan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi', hari ini.

Namun demikian, lanjut Suharso visi besar menjadikan Indonesia negara dengan pendapatan tinggi (high income) dan high economic country pada tahun 2045 terkoreksi lantaran terdampak pandemi COVID-19.

Menurutnya, saat ini Indonesia memerlukan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, agar syarat pertumbuhan ekonomi sebesar 6% untuk mewujudkan visi Indonesia maju dan negara berpendapatan tinggi pada 2045 nanti tercapai.

Untuk itu, Bappenas dikatakan telah menawarkan strategi yang diperlukan dalam melakukan transformasi ekonomi Indonesia ke depan. Pertama, terang Suharso, sumber daya manusia harus meningkat dari human development index ke human capital index.

Strategi kedua, yakni mendorong produktivitas pada sektor ekonomi, industrialisasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa menangkap kompleksitas ekonomi. Pada saat yang sama modernisasi pertanian juga harus dilakukan.

"Strategi ketiga adalah ekonomi hijau. Kita sudah mendesaian Indonesia zero emisi pada 2050 atau 2060. Kalau kita hitung mulai dari sekarang sudah dekat, tinggal 28 tahun," kata Suharso.

Lebih lanjut Suharso menjelaskan, transformasi ekonomi akan dibarengi dengan transformasi digital yang kini tengah disiapkan, salah satunya proyek telekomunikasi Palapa Ring yang diharapkan nantinya dapat memenuhi kebutuhan internet di seluruh Indonesia, termasuk wilayah timur.

"Kemudian, integrasi ekonomi domestik dalam hal ini adalah konektivitas. Inti dari konektivitas itu adalah memelihara dan memastikan domestic value chain. Seharus Nya di dalam negeri sendiri kita bisa memastikan terbentuknya domestic value chain itu," ujarnya.

Strategi terakhir, yakni pemindahan ibukota negara ke Pulau Kalimantan. Suharso menilai langkah tersebut sebagai strategi dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

(ega/ega)