Pencurian 118 Ton Besi, Kontraktor Kereta Cepat Dipanggil Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 21:58 WIB
Polisi amankan barang bukti mobil pikap berikut lempengan besi yang dicuri para pelaku
Polisi mengamankan barang bukti mobil pikap berikut lempengan besi yang dicuri para pelaku (Dok. Polsek Makasar)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus pencurian 118 ton besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kini, pihak kontraktor proyek itu akan diminta keterangan penyidik.

"Kita akan panggil untuk melakukan berita acara pemeriksaan untuk kerugian yang diderita korban dalam hal ini PT Wika," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Polisi sejauh ini telah berhasil menangkap lima pelaku aksi pencurian ratusan ton besi proyek tersebut. Selain menggali keterangan tersangka, sejumlah saksi di lokasi proyek itu telah diperiksa polisi.

"Saksi itu ada empat termasuk sekuriti dua orang. Warga itu dua orang dan satu lagi pemilik kendaraan pikap yang sebenarnya tidak tahu-menahu," ungkap Erwin.

Sementara itu, Erwin enggan berspekulasi soal kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam terkait pencurian itu.

"Polisi berangkat dari TKP ketika lokasi yang memang demikian terbuka, dan pengawasan juga minim tentu siapa pun bisa melakukan niat-niat untuk mengambil kesempatan, yaitu melakukan pencurian dalam hal ini besi di lokasi tersebut," ungkap Erwin.

Untuk diketahui, polisi menangkap komplotan pencurian besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Beraksi sejak Juli, para pelaku telah mencuri 118 ribu kg atau kurang-lebih 118 ton besi proyek.

"Total inventaris barang yang hilang seberat 118.081,28 kg. Kalau dirupiahkan mencapai Rp 1 miliar," kata Kapolsek Makasar Kompol TF Hutagaol saat dihubungi, Senin (8/11).

Total ada lima pelaku yang ditangkap polisi. Mereka berinisial SA (24), SU (24), AR (30), MLR (24), dan DY (46).

Para pelaku mengatakan telah beraksi sejak Juli 2021 hingga Oktober 2021. Kelima pelaku ini beraksi saat tengah malam ketika penjagaan di lokasi tidak ketat.

(mea/mea)