Analisis Arkeolog soal Bongkahan Emas di Sungai Are Sumsel

M Syahbana - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 15:50 WIB
Bongkahan Emas Bernilai Rp 1 M Ditemukan di Australia Barat
Ilustrasi Bongkahan Emas (ABC Australia)
Palembang -

Seorang warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), mengaku menemukan bongkahan emas di aliran Sungai Are. Arkeolog Sumsel menduga bongkahan emas itu memang biasa ditemukan warga.

"Kalau bongkahan dari dalam sungai dan belum dibentuk, ya, bukan benda sejarah. Itu memang emas yang biasa dicari oleh warga," kata arkeolog Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti, saat dimintai konfirmasi, Senin (8/11/2021).

"Karena tidak ada sumber sejarah yang menyebutkan bahwa daerah itu (Sungai Are) merupakan daerah pelimbangan, tempat mencari emas," katanya.

Retno mengatakan banyak warga mencari emas di sungai itu. Dia menyebut hal itu menjadi tanda bahwa sungai tersebut merupakan salah satu wilayah penuh emas di Sumsel.

"Itu artinya memang sungai itu salah satu tambang emas di Sumsel," jelasnya.

Sebelumnya, seorang warga OKU Selatan menemukan bongkahan emas di aliran Sungai Are. Warga tersebut ialah Asman (30).

Asman bercerita, emas tersebut ditemukan terbawa arus sungai. Emas itu lalu mengendap di bebatuan.

"Biji emas ukuran kecil bahkan berbentuk bongkahan emas terlihat jelas diantara bebatuan," kata Asman, dilansir dari Antara, Minggu (7/11).

Asman menduga bijih emas itu didapat dari aktivitas pengerukan pasir dan bebatuan kali menggunakan alat berat. Hal itu, menurutnya, membuat emas keluar begitu saja dari permukaan sungai. Kandungan emas di sungai tersebut sudah diketahui turun-temurun oleh warga sekitar.

"Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas (pengerukan pasir dan bebatuan) tersebut berhenti. Ketika emas di sana mulai jarang ditemukan," ujarnya.

(haf/haf)