Kronologi Panas Interupsi Legislator PKS: Diabaikan Puan, Dihampiri Utut

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 12:52 WIB
Jakarta -

Ujung rapat paripurna DPR soal persetujuan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa panas. Semua berawal dari interupsi seorang legislator PKS dalam rapat yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani.

Rapat paripurna DPR RI soal persetujuan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa digelar di gedung Nusantara II kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021). Puan, yang memimpin rapat, didampingi para wakil ketua DPR, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Lodewijk Paulus.

Ketika rapat hendak bubar, seorang anggota Dewan mengajukan interupsi. Berkali-kali kata interupsi disampaikan kepada pimpinan sidang, Puan Maharani, tapi hingga palu tanda rapat selesai diketok, interupsi itu tak ditanggapi.

Selesai rapat, tampak Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto menghampiri legislator yang mengajukan interupsi itu. Ternyata, pengaju interupsi itu berasal dari Fraksi PKS. Dia adalah Fahmi Alaydroes.

Berikut ini kronologi panas PDIP vs PKS di paripurna DPR RI:

1. Laporan Komisi I DPR RI

Rapat paripurna persetujuan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa diawali laporan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid soal uji kepatutan dan kelayakan yang digelar pada Sabtu lalu.

2. Puan Minta Persetujuan

Selanjutnya, Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin kembali forum rapat paripurna. Puan meminta persetujuan seluruh anggota DPR soal laporan Komisi I DPR.

"Laporan Komisi I DPR RI atas hasil uji kelayakan fit and proper test calon panglima TNI tentang pemberhentian Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan menetapkan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon panglima TNI tersebut dapat disetujui?" kata Puan Maharani.

3. Interupsi PKS

Ketika Puan hendak menutup rapat paripurna, Fahmi Alaydroes mengajukan interupsi. Dia meminta waktu untuk interupsi.

Fahmi juga menyebutkan nomor anggotanya. Namun, hingga palu diketuk, interupsi Fahmi terabaikan.

"Bagaimana mau jadi capres," kata Fahmi.

4. Respons Ketua F-PDIP

Sindiran itu lantas membuat Fahmi dihampiri Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. Utut terlihat menunjuk Fahmi, tapi tidak terdengar jelas apa yang diucapkan.

5. Utut Buka Suara

Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto menjelaskan alasan dirinya menghampiri Fahmi. Utut mengatakan pimpinan sidang memiliki hak apakah interupsi diterima atau tidak.

"Yang mimpin sidang itu berhak, interupsi diterima atau tidak," ujarnya.

(gbr/tor)