Masih Disegel, Bar Flow di Jaksel Nekat Buka

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 13:42 WIB
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa saat menegur pengelola Bar Flow (Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa saat menegur pengelola Bar Flow beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
Jakarta -

Polsek Metro Setiabudi melakukan razia ke beberapa lokasi kafe, bar, dan tempat makan yang berlokasi di wilayah hukum Setiabudi, Jakarta Selatan. Dari razia itu, polisi menemukan Bar Flow yang masih dalam masa penyegelan kembali buka.

"Hanya ada Flow saja karena Flow masih kami segel, tapi dia buka lagi," ujar Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Beddy Suwendi, saat dimintai konfirmasi, Minggu (7/11/2021).

Sebagai informasi, pada Senin (1/11) lalu, Flow Bar disegel karena melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Bar Flow saat itu diberi sanksi berupa penutupan sementara hingga 7 hari ke depan.

"Senin kemarin disegel, harusnya Selasa depan baru buka. Ini malah sudah buka," kata Beddy.

Beddy menyebut sudah melaporkan hal itu ke Satpol PP dan camat setempat. Namun, melalui Beddy, pihak kecamatan menyebut mereka belum mengizinkan Bar Flow beroperasi.

"Tapi katanya dari informasi pihak owner Flow minta izin ke Pol PP Provinsi," ucapnya.

"Saya tunggu hasil Pak Camat dulu biar jelas semua siapa yang izinkan (Flow Bar beroperasi). Karena dari Pak Camat nggak tahu Pol PP Kecamatan juga nggak tahu tapi kita datangi pihak Flow kata manajer, owner minta izin ke provinsi," sambungnya.

Beddy memastikan akan mendalami unsur pidana terkait beroperasinya kembali Bar Flow meski masih disegel. Namun, hingga saat ini Beddy belum akan memeriksa manajemen Flow Bar Jakarta.

"Karena lucu lagi penyegelan tapi kok bisa buka, nah ini saya minta pertanggungjawaban ke camat dan Satpol PP karena beliaulah yang berkaitan," kata Beddy.

Dalam melakukan razia semalam, Polsek Metro Setiabudi menurunkan 92 personel gabungan saat penindakan. Beddy pun mengimbau pemilik tempat hiburan tidak terlalu bereuforia karena situasi di Jakarta sudah memasuki PPKM Level 1.

"Saya mohon kepada pemilik atau tempat hiburan malam kita tahu orang euforia nggak pernah liburan begitu euforia akhirnya lupa prokes. Padahal masih PPKM, maka jaga selaku prokes dan harus atur dan ingatkan apabila kapasitas penuh jangan dipaksakan masuk, diminta kembali (ke rumah) saja," imbaunya.

Simak juga Video: Langgar PPKM, Holywings dan 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang Disegel!

[Gambas:Video 20detik]



(ain/mae)