KTT ASEAN Hasilkan 5 Dokumen Deklarasi, Salah Satunya Diinisiasi RI

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 18:23 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 dan 39 yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (26/10) di Brunei Darussalam sepakat mengesahkan lima rekomendasi deklarasi. Kelima deklarasi ini meliputi berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga perubahan iklim.

Diketahui, pengesahan lima dokumen rekomendasi tersebut dibacakan oleh Sultan Hassanal Bolkiah selaku Ketua ASEAN dan ditandatangani oleh pimpinan sembilan negara Anggota ASEAN (minus Myanmar) dan Sekjen ASEAN.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menyebutkan kelima rekomendasi deklarasi tersebut antara lain, Bandar Seri Begawan Declaration on the Strategic and Holistic Initiative to Link ASEAN Responses to Emergencies and Disasters (ASEAN SHIELD). Kedua, ASEAN Leaders' Declaration on Upholding Multilateralism. Ketiga, Terms of Reference for the High-Level Task Force on the ASEAN Community's Post-2025 Vision and the Roadmap.

Keempat, ASEAN Joint Statement on Climate Change to the 26th Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC COP-26), dan kelima, ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work.

Ia mengungkap deklarasi kelima atau Deklarasi ASEAN tentang Peningkatan Pekerja ASEAN untuk Daya Saing, Ketahanan dan Ketangkasan Pekerja untuk Menghadapi Masa Depan Kerja merupakan dokumen yang diinisiasi Pemerintah Indonesia sebagai dokumen tindak lanjut dari keketuaannya pada kerja sama sektor ketenagakerjaan ASEAN.

"Langkah ASEAN yang akan mengadopsi dokumen ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work ini, sebagai salah satu capaian kerja sama sektor ketenagakerjaan ASEAN, " kata Anwar dalam keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).

Anwar menjelaskan selama keketuaannya pada ALMM periode 2020-2022, Indonesia juga telah menyusun beberapa agenda aktivitas yang turut mendukung tema keketuaan serta deklarasi yang diusung.

"Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan sembilan lompatan Menaker," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menambahkan deklarasi ini merupakan dokumen output Keketuaan Indonesia pada forum Menteri Tenaga Kerja ASEAN atau ASEAN Labour Ministers' Meeting (ALMM) periode 2020 hingga 2022 dalam kepemimpinan Menaker Ida Fauziyah.

"Dokumen Deklarasi telah dibahas negara-negara anggota ASEAN dan disepakati untuk disahkan oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN tahun 2021 ini," ungkap Anwar.

Ia menerangkan bahwa Deklarasi ASEAN menekankan pada pembangunan ketenagakerjaan ASEAN yang berfokus pada manusia (human-centred approach) untuk beradaptasi pada perubahan transformatif revolusi industri 4.0. Serta fokus pada tantangan yang diperburuk oleh pandemi COVID-19 bagi dunia ketenagakerjaan di kawasan.

Dengan adanya Deklarasi ASEAN tersebut, lanjut Anwar, para kepala negara ASEAN mengamanatkan masing-masing Menteri Tenaga Kerja di kawasan untuk mengimplementasikan Deklarasi dengan cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja, merevitalisasi pasar kerja, dan juga memastikan penerapan kerja layak di ASEAN.

Selain itu, para pemimpin ASEAN juga turut menekankan pengembangan Indeks Produktivitas Tenaga Kerja ASEAN sebagai mekanisme yang dapat digunakan untuk mengukur dan mendukung kapasitas negara anggota ASEAN dalam meningkatkan produktivitas angkatan kerja.

"ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work akan ditindaklanjuti dengan pengembangan dokumen pedoman meningkatkan daya saing, ketahanan dan kesigapan tenaga kerja ASEAN dalam menghadapi tantangan pekerjaan masa depan, serta kebencanaan yang mungkin muncul di masa mendatang," pungkasnya.

(akn/ega)