BP3IP Siap Fasilitasi Pelatihan Penanganan Limbah di Pelabuhan

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 13:44 WIB
BP3IP
Foto: BP3IP
Jakarta -

Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok bersama Balai Besar Pendidikan, Penyegaran, dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) akan menggelar pelatihan penanganan limbah pelabuhan dan kapal. Saat ini kurikulum yang akan digunakan dalam pelatihan bagi para petugas pengawas dan operator di pelabuhan tengah dimatangkan.

Lewat pelatihan tersebut, Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok hendak meningkatkan kualitas penanganan limbah dari kapal-kapal yang datang ke Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk mematangkan materi pelatihan, BP3IP menggelar 'Sarasehan Pembahasan Kurikulum dan Silabus Pelatihan Penanganan Limbah Pelabuhan dan Kapal' di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko menerangkan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam efektivitas penanganan limbah di pelabuhan. Oleh sebab itu, mereka perlu diberikan pembekalan yang komprehensif agar memahami betul prosedur yang tepat dalam menangani limbah.

Capt. Wisnu mengungkapkan selama ini belum ada standar baku prosedur penanganan limbah di pelabuhan. Oleh sebab itu, dibuatkan kurikulum pelatihan yang materinya disusun bersama oleh Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Tanjung Priok, serta melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena menyangkut dengan isu kelestarian lingkungan.

"Kalau di pelabuhan itu instansi atau stakeholder yang menangani limbah itu kan ada beberapa ya, ada Syahbandar, ada Otoritas Pelabuhan, ada Pelindo, ada kontraktor pengelola limbah yang dikerjasamakan dengan Pelindo. Orang yang telribat di situ kan harus tahu langkah kerja bagaimana limbah itu dicatat didokumentasikan. Melalui pelatihan ini diharapkan ada suatu standarisasi. Kita mulai dari Priok. Ini pertama kali, makanya kita minta BP3IP untuk memfasilitasi pelatihan ini," tutur Capt. Wisnu kepada detikcom.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Andi Hartono menambahkan pelatihan menggunakan kurikulum komprehensif bertujuan untuk menyamakan persepsi para petugas di lapangan, terkait dengan penanganan limbah. Hal ini untuk menghindari kesalahan prosedur yang dapat merugikan pelabuhan dan membahayakan para petugas yang bekerja.

"Kalau sekarang penanganan limbah sudah dilakukan, tapi acuannya pelatihan SDM-nya belum ada. Jadi kerap terjadi perbedaan pendapat di lapangan, misalnya terkait dengan kriteria limbah berbahaya dan tidak. Karena tidak satu persepsi. Di silabus itu diatur barang berbahaya tipe-tipenya apa saja, cara penanganannya bagaimana. Teman-teman kita yang pengawas juga harus tahu ini (limbah) berbahaya, jadi dilengkapi APD-nya," terang Andi.

Andi menambahkan kurikulum dan silabus pelatihan yang telah disusun oleh Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Tanjung Priok akan diajukan untuk digunakan secara nasional. Dengan begitu, seluruh pelabuhan di Indonesia diharapkan bisa menerapkan penanganan limbah yang tepat dan efektif.

Sementara itu, BP3IP akan memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan penanganan limbah di pelabuhan ini. Direktur BP3IP DKI Jakarta Sugeng Wibowo menjelaskan pihaknya akan menyiapkan instruktur serta peralatan untuk menggelar pelatihan dengan materi sesuai kurikulum dan silabus yang telah disusun Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok.

"BP3IP menyiapkan fasilitas-fasilitas pelatihan ini, instrukturnya, fasilitas pengajarannya, fasilitas peralatannya kita siapkan juga. Kita tinggal menunggu silabus yang sedang disusun ini. BP3IP siap untuk menggelar latihan sebagai bukti Indonesia siap dan serius menegakkan aturan pencegahan pencemaran di pelabuhan," cetus Sugeng.

(ega/ega)