Gubernur Kalteng Dapat Ancaman Pembunuhan dari Penambang Liar

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 15:18 WIB
Pemprov Kalteng
Foto: Pemprov Kalteng
Jakarta -

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran mendapatkan ancaman pembunuhan. Hal ini disinyalir terkait dengan langkah Pemprov Kalteng menertibkan tambang-tambang ilegal.

Ancaman pembunuhan itu terlihat pada postingan akun Facebook Hagai Kristian Ajoy pada Grup Penyedot pada 24 Oktober 2021 pukul 16.37 WIB. Akun itu menuliskan kata-kata "mati berdarah kamu kubuat jika sampai menutup sedot (sedot emas)". Berlanjut di tanggal 27 Oktober 2021 pukul 16.49, akun yang sama mengancam Presiden RI lewat postingan bertuliskan "Ayo pak jokowi presiden RI jangan kecewakan saya, atau saya semblih anda".

Terkait ancaman pembunuhan tersebut, beberapa unsur ormas dan perwakilan masyarakat mengajukan laporan kepada kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut.

Pemprov KaltengScreenshoot Foto: Pemprov Kalteng

Menanggapi ancaman pembunuhan terhadapnya, Sugianto mengaku tak gentar. Ia menyatakan tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Sugianto justru mengaku prihatin dengan oknum yang menuliskan ujaran kebencian tersebut.

"itu wajar, mungkin dia sedang banyak tuntutan kehidupan. Namun cukup disayangkan dengan kata-kata yang turut mengancam Presiden, sangat bertentangan dengan falsafah dan kepribadian kita orang Dayak," tutur Sugianto dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Sugianto menerangkan pihaknya fokus mendorong industri hilirisasi guna mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam sehingga dapat ditingkatkan nilai gunanya sebelum dipasarkan keluar Kalimantan Tengah dan mampu menyerap tenaga kerja setempat. Sugianto menegaskan hilirisasi yang dicita-citakan untuk kesejahteraan masyarakat Kalteng bukan untuk mensejahterakan segelintir orang saja dan justru menyisakan dampak buruk bagi masyarakat setempat.

"Sumber daya alam di Kalimantan Tengah ini sangat melimpah, tentu harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakatnya. Dirasakan melalui Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Infrastruktur," ungkap Sugianto.

Untuk mencapai misi tersebut, Sugianto memerintahkan jajarannya untuk menertibkan pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Tengah, seperti tambang emas ilegal. Dengan begitu diharapkan pengelolaan sumber daya menjadi optimal dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

Sugianto menambahkan, sebagaimana arahan Presiden RI untuk meningkatkan aktivitas perekonomian di masa pandemi, pihaknya melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di daerah. Sugianto menerangkan penertiban perizinan merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

(ega/ega)