Survei DEEP Ungkap Nama-nama Anggota DPRD Kabupaten Bogor Terpopuler

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 14:06 WIB
DPRD Kabupaten Bogor
Foto: DPRD Kabupaten Bogor
Jakarta -

Lembaga survey Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) merilis hasil survei terkait pengakuan masyarakat terhadap performa para politisi yang menduduki kursi wakil rakyat DPRD Kabupaten Bogor. Survei tersebut menyatakan Rudy Susmanto sebagai politisi yang tingkat popularitasnya tertinggi dibandingkan politisi lainnya di DPRD Kabupaten Bogor.

Rudy menempati posisi tertinggi dari sisi tingkat popularitas dengan persentase 34,67%, diikuti beberapa anggota DPRD lainnya yang mayoritas diisi para politisi muda yang baru pertama terpilih sebagai anggota dewan di periode pertamanya.

"DEEP melakukan survei berdasarkan hasil kinerja anggota DPRD Kabupaten Bogor yang sudah menjabat 2 tahun sejak dilantik, dengan komponen variabel yaitu tingkat popularitas, intensitas komunikasi, tingkat kebermanfaatan dan tingkat kelayakan dicalonkan kembali," jelas Direktur DEEP Yusfitriadi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Ia menguraikan, hasil survei tersebut juga mengungkapkan ada beberapa nama yang menurut masyarakat layak dicalonkan kembali, seperti Rudy Susmanto, Wawan Hikal Kurdi, Aan Triana Al Muharom, dan Beben Suhendar.

Di sisi lain, lanjut Yusfitriadi, banyak pula masyarakat yang skeptis bahkan tidak kenal dengan anggota DPRD di dapilnya masing-masing.

Ia menerangkan survei ini bertujuan agar anggota DPRD Kabupaten Bogor berorientasi terhadap kepentingan masyarakat dan lebih peka terhadap situasi dan kondisi saat ini, agar berimplikasi pada tingkat kesukaan masyarakat terhadap wakil rakyatnya.

"Saya berharap hasil survei ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi anggota legislatif untuk memperbaiki kinerjanya pada 3 tahun ke depan dan lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat Kabupaten Bogor saat ini sehingga berimplikasi pada tingkat kesukaan masyarakat pada wakilnya. Begitu pun bagi partai politik untuk mulai mempertimbangan dalam pencalonan kader mereka di tahun 2024 mendatang," urai Yustifriadi.

(ega/ega)