RK Paparkan Keberhasilan RI Perbaiki Kualitas Citarum di Skotlandia

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 09:18 WIB
Jakarta -

Komandan Satuan Tugas Citarum Harum yang juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum pada KTT COP 26 di Skotlandia. Ia menjelaskan langkah yang dilakukan Indonesia untuk memperbaiki kualitas sungai yang sempat dicap sungai terkotor di dunia itu.

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menjadi salah satu panelis dalam dialog yang bertema 'Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia' bersama Menko Marves Luhut B Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup Denmark Leu Wermelin, dan Direktur Kerja Sama Internasional dan Infrastruktur Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Ryuzo Sugimoto.

"Pemulihan Citarum penting diketahui dunia bukan hanya karena statusnya sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat. Citarum yang memiliki panjang 270 kilometer itu telah turun temurun menjadi sumber kehidupan bagi 18 juta warga di 13 kabupaten/kota yang dilintasi DAS. Sungai ini juga vital bagi kemakmuran 682.227 hektar lahan di 1.454 desa," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Ia menguraikan pada pengukuran kualitas air 2018 menunjukkan Citarum dalam kondisi cemar berat setara Indeks Kualitas Air (IKA) 33,43 poin. Namun, angkanya terus membaik sejak 2020-2021 dan masuk kategori cemar ringan dengan IKA 55 poin.

Kang Emil mengungkapkan, awalnya hanya ditargetkan kualitas air Citarum masuk kategori cemar sedang tapi kini bisa menjadi cemar ringan. Mutu air Citarum juga sudah masuk dalam kelas dua, yang memungkinkan untuk budidaya ikan air tawar, peternakan, mengairi tanaman atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama.

Selain itu, ada 26.231,24 hektare lahan kritis di sepanjang aliran DAS Citarum yang telah dihijaukan. Angka ini di atas target tahun 2021 yang hanya 15.516,99 hektare. Sementara itu, di 2025 ditargetkan ada 80.174,99 lahan dihijaukan. Kemudian pengelolaan sampah juga sudah mencapai 2.700 ton per hari. Selanjutnya, penanganan keramba jaring apung sudah melebihi target, yakni dari 28.234 unit menjadi 33.868 unit.

Kang Emil menambahkan, untuk pengelolaan sumber daya air dan pariwisata, luas volume dan genangan air yang sudah dibereskan mencapai 90 persen dari target 70 persen. Dari sisi penegakan hukum, ada 131 kasus pengaduan, 15 di antaranya sudah diputus pengadilan pidana dan sanksi administrasi ada 70 kasus.

Ia juga menerangkan dalam penanganan dan perbaikan DAS Citarum ini satgas menggunakan prinsip yang sama seperti penanganan COVID-19, yakni merangkul unsur pentaheliks yang terdiri dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media. Dengan adanya program Citarum Harum, penanganan Sungai Citarum menurutnya berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtyas mengatakan parameter Chemical Oxygen Demand (COD) angka pencemaran industri menunjukkan penurunan signifikan tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"COD tahun ini jauh menurun, nilainya sudah tidak jauh berbeda dari standar baku mutu," tuturnya.

Hal serupa terjadi di level pencemaran yang dihasilkan limbah domestik atau Biological Oxygen Demand (BOD) yang menurun sejak 2020 lalu. DLH Jabar turut mencatat adanya penurunan pencemaran Sungai Citarum dari limbah domestik dari 2019 ke 2020. Selain itu, tingkat erosi juga mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun lalu hal ini terukur dalam Total Suspended Solid (TSS).

Dalam dua tahun terakhir, kontribusi sampah yang masuk ke Sungai Citarum berkurang 42 persen dibanding dengan sebelum program Citarum Harum bergulir. Satgas Citarum menargetkan Citarum memiliki mutu air kelas II setara dengan nilai IKA sebesar 60 poin yang ditargetkan tercapai pada akhir periode perencanaan pada tahun 2025.

(prf/ega)