detik's Advocate

Renovasi Ruko Berujung Sengketa, Sebagai Kontraktor Saya Harus Bagaimana?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 08:08 WIB
Putra Sianipar
Putra Sianipar (dok.pri)
Jakarta -

Proyek properti penuh dengan pertalian keperdataan sehingga harus betul-betul jeli dalam membuat perjanjian. Bila tidak jelas dalam kesepakatannya, alih-alih kedua belah pihak puas, malah bisa berujung sengketa.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Yth. Redaksi Detik.com
Yth. Bapak Andi Saputra

Perkenalkan nama saya Christanto umur 39 tahun, saya mau berkonsultasi.

Saya dan teman saya menjalankan usaha renovasi rumah kecil-kecilan, ada satu proyek ruko yang saat ini kami kerjakan. Singkat cerita di awal perjanjian, kami dapat menggunakan listrik pemilik rumah untuk pelaksanaan pekerjaan dengan ketentuan kami yang membayar tagihannya.

Kasus yang menimpa kami adalah saat ini ruko tersebut belum ada serah terima (walaupun kami sudah mengajukan serah terima tapi pemilik selalu berkelit mengatakan masih ada beberapa perbaikan yang harus kami kerjakan), amun ruko tersebut sudah dioperasikan oleh pemilik tersebut. Pada bulan oktober ini muncul tagihan listrik atas ruko tersebut dan pemilik menagihkan biaya listrik kepada kami.

Pertanyaan saya adalah apakah secara hukum bangunan yang belum diserahterimakan dari kontraktor kepada pemilik dapat dioperasikan/digunakan oleh pemilik?

Jika dapat digunakan/dioperasikan kami takut akan ada kerusakan karena operasional dan kami akan dibebani biaya lagi.

Mohon saran dan masukannya.
Demikian kami sampaikan.
Atas perhatian dan sarannya.

Salam,
Chistanto

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum advokat Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M.

Mau tahu jawabannya? Buka halaman selanjutnya.