Karyawan Mal di Bali Bobol Kartu Kredit WN Korsel hingga Puluhan Juta

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 12:49 WIB
Pembayaran non tunai dengan kartu VISA MasterCard
Ilustrasi kartu kredit (Ari Saputra/detikcom)
Denpasar -

Seorang karyawan mal di Bali berinisial TA ditangkap Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar. Pria itu ditangkap karena menguras kartu kredit seorang warga negara (WN) Korea Selatan (Korsel).

Pria itu menguras kartu kredit WN Korsel, Soonil Park (59), yang tertinggal di kasir. TA memakai kartu kredit untuk keperluan pribadinya total Rp 38 juta.

"Telah hilang sebuah kartu kredit milik korban yang digunakan pelaku untuk membeli berbagai barang, sehingga korban mengalami kerugian. Total kerugian Rp 38.825.828," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan kepada detikcom, Selasa (2/11/2021).

Jansen menuturkan korban awalnya berbelanja membeli handuk di salah satu mal di Denpasar Barat, Kota Denpasar. WN Korsel itu berbelanja di sana pada Selasa (5/10) sekitar pukul 10.57 Wita.

Korban kemudian melakukan pembayaran di kasir menggunakan kartu kredit. Setelah selesai melakukan pembayaran, ternyata korban lupa mengambil kembali kartu kreditnya.

Pada Minggu (17/10), korban kemudian berbelanja di salah satu restoran di Jalan Muhammad Yamin V Denpasar. Saat hendak menggunakan kartu kreditnya, korban baru sadar kalau kartu kreditnya telah hilang.

Korban lalu menelepon bank di Korsel. Pihak bank menjelaskan bahwa kartu kredit korban telah digunakan untuk transaksi pada 5-16 Oktober 2021 sebesar Rp 38.825.828 di berbagai tempat oleh orang yang tidak dikenal.

"Jadi modus operandinya mengambil kartu di meja kasir, kemudian dipakai belanja barang-barang. Dengan kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polresta Denpasar untuk diproses secara hukum," tutur Jansen.

Korban Lapor Polisi

Polisi kemudian menerima laporan WN Korsel tersebut dengan LP-B/938/X/2021/SPKT SAT RESKRIM/POLRESTA DPS/POLDA BALI. Berdasarkan laporan tersebut, Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi keberadaan terduga pelaku di sekitar Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Mendapat adanya informasi itu, tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Denpasar kemudian menuju alamat tersebut. Di sana tim akhirnya mengamankan terduga pelaku.

Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polresta Denpasar untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Pelaku mengakui perbuatannya telah mendapatkan kartu kredit yang tertinggal di kasir. Kemudian kartu kredit tersebut dipakai untuk belanja barang-barang yang dipakai oleh pelaku," terang Jansen.

Adapun barang bukti yang disita oleh polisi dari tangan pelaku adalah 1 unit TV 43 inci, 1 buah dispenser, 1 buah kipas angin, 2 ponsel pintar, 1 buah vape, tempat makan bayi, dan 3 boneka bayi.

Akibat perbuatannya, sales manager mal itu disangkakan dengan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.

(zap/jbr)