KY Diminta Eksaminasi Putusan MA yang Batalkan SKB Seragam Sekolah

Andi Saputra - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 16:47 WIB
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti (Ari/detikcom)
Jakarta -

Majelis Eksaminasi meminta Komisi Yudisial (KY) menyikapi atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yang menghapus kewajiban siswa memakai seragam sekolah yang menjurus ke keyakinan tertentu. MA dinilai belum memahami hak asasi manusia dengan baik.

Majelis Eksaminasi itu terdiri para aktivis perempuan serta akademisi, yaitu Ninik Rahayu, Sri Wiyanti Eddyono, Sulistyowati, Al Khanif, Bivitri Susanti, Cekil Setya Pratiwi, dan Henny Supolo.

"Menolak putusan yang telah dikeluarkan oleh majelis hakim, yang menyatakan bahwa Keputusan Bersama 3 Menteri a quo bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Meminta Komisi Yudisial melakukan eksaminasi terhadap putusan a quo sesuai dengan kewenangannya," kata Bivitri kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Sikap di atas bukannya tanpa alasan. Pertama, terdapat problem mendasar di dalam pertimbangan Putusan MA itu, yakni argumentasi hukum yang disusun sebagian besar didasari pada nilai dan moralitas yang bertumpu pada satu penafsiran agama (Islam) tertentu.

"Pandangan ini lebih mendominasi putusan dibanding argumentasi filosofis, sosiologis, dan yuridis, dan tidak mengedepankan moral publik yang dibutuhkan dalam hidup bernegara," cetus Bivitri.

Hakim agung yang diberi mandat untuk memutus dengan menggali rasa keadilan dalam masyarakat, kata Majelis Eksaminasi, telah gagal melihat keseluruhan konteks penerbitan SKB Tiga Menteri. Padahal SKB Tiga Menteri diterbitkan untuk memulihkan keadaan akibat menguatnya intoleransi dan memudarnya kohesi sosial dalam masyarakat, berupa pemaksaan dan penundukan terhadap pendidik dan peserta didik perempuan, serta penggunaan hukum untuk melakukan perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.

Simak Video: Penolakan SKB Menteri soal Seragam Sekolah di Sumbar, Ini Kata Pemprov

[Gambas:Video 20detik]