Di Hadapan Investor Belanda, RK Pamer Keunggulan Jabar

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:17 WIB
Pemprov Jabar
Foto: dok. Pemprov Jabar
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memenuhi undangan Arkitech International B.V dalam pertemuan di Amsterdam, Belanda. Dia memaparkan sejumlah peluang dan potensi investasi serta kerja sama di Jabar.

Salah satunya terkait Kawasan Rebana. Ridwan Kamil menyebut kawasan ini memiliki keunggulan yaitu sebagai 13 kawasan industri baru yang akan membangkitkan laju pertumbuhan ekonomi baik di Jabar maupun nasional.

Selain itu, dia juga menjelaskan tiga hal yang menjadi keunggulan Jabar dalam hal investasi. Pertama, infrastruktur Jabar yang akseptabel. Hal itu dinilainya akan memudahkan mobilitas investor dalam menjalankan usahanya.

"Kedua, berdasarkan hasil survei, kami memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) paling produktif di Indonesia. Kami memiliki 700 universitas. Yang ketiga, kami memiliki layanan investasi digital yang sangat responsif," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Sementara itu, Direktur Arkitech International B.V Patrick America mengaku tertarik dengan paparan Ridwan Kamil. Menurutnya, pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut punya pengetahuan dan pemahaman mumpuni terkait investasi.

"Presentasi yang sangat menarik. Kami sangat tertarik dengan peluang penawaran (investasi) Jawa Barat. Kami juga sangat yakin Gubernur (Ridwan Kamil) mengetahui dan memahami para pelaku bisnis dan tentunya masyarakat Jawa Barat. Mari kita lihat langkah berikutnya," kata Patrick.

Diketahui, Provinsi Jabar masih menjadi destinasi investasi terbaik di Indonesia meski dalam situasi pandemi COVID-19. Pada semester I 2021, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total Rp 72,5 triliun. Selain itu, komitmen akselerasi pembangunan Jabar pun terwujud dalam Peraturan (Perpres) Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar Bagian Selatan. Perpres Nomor 87 Tahun 2021 dapat menjadi landasan dan payung hukum dalam mempercepat pembangunan dua kawasan ekonomi baru tersebut.

(prf/ega)