Kapolri Cerita Lomba Mural Dipicu 'Jokowi 404'-Peserta Takut Ditangkap

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 13:53 WIB
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bercerita mengenai awal mula ide lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 muncul. Sigit mengatakan lomba dipicu peristiwa mural kritik 'Jokowi 404: Not Found'.

"Ide ini muncul dari diskusi, karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi not found. Kemudian ada aksi-aksi di lapangan yang menjadi polemik. Ada yang menghapus, ada juga yang membiarkan," ujar Sigit dalam sambutannya di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10/2021).

Sigit mengungkapkan awalnya lomba mural ini sepi peminat. Awalnya, hanya 18 orang yang mendaftarkan diri.

Namun Polri memberi imbauan kepada para seniman untuk membuang kekhawatiran akan ditangkap. Alhasil, pendaftar bertambah mencapai 803 peserta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Bhayangkara Mural Festival 2021. Dia mengapresiasi dan ikut mengecat salah satu mural berisi kritik untuk polisi.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 (Adhyasta/detikcom)

"Tahap awal, pada saat dibuka yang mendaftar hanya 18. Namun, setelah kita berikan imbauan bahwa tidak perlu takut. Jadi ada isu bahwa jadi kalau kita nanti ikut, ini cara polisi untuk tahu identitas kita. Sehingga sewaktu-waktu nanti kita pasti ditangkap, awalnya seperti itu. Lalu saya umumkan bahwa tidak ada seperti itu, yang Polri antikritik. Kemudian ramai, 803," tuturnya.

"Tentunya ini berbeda dibandingkan dengan era orde sebelumnya. Di mana sekarang reformasi, maka kebebasan itu dibuka. Dan tentunya masyarakat bebas untuk menyampaikan aspirasinya. Tentunya kita hormati," sambung Sigit.

Maka dari itu, Sigit merasa bangga kepada para peserta lomba yang telah berani mengekspresikan pendapatnya melalui media mural. Dia memastikan pengkritik polisi bakal jadi teman Kapolri.

"Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dan berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silakan. Kami akan menghargai betul. Sekali lagi, kritik, memberi masukan, positif, negatif juga boleh, akan jadi teman Pak Kapolri," imbuh Sigit.

Sebelumnya, marak penindakan terhadap mural yang berisi kritik terhadap pemerintah. Selain mural 'Jokowi 404: Not Found', juga ada mural 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' hingga mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan'.

Persis seperti nasib 'Jokowi 404: Not Found', mural 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' dan 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' juga dihapus sesaat setelah viral.

(drg/jbr)