MenPAN Minta Polri Bikin Seleksi Khusus, Eks Pegawai KPK Singgung TWK

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 08:53 WIB
Mantan Ketua Satgas Pembelajaran Antikorupsi KPK
Hotman Tambunan (Screenshot 20detik)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo meminta Polri membuat seleksi khusus bagi 57 eks pegawai KPK yang akan diangkat menjadi ASN di lingkungan Polri. Bagaimana respons 57 eks pegawai KPK atas permintaan Tjahjo Kumolo itu?

"Tentu kami terlalu dini untuk menyikapinya karena masih dalam pembahasan, to. Kami tentu akan menyikapinya setelah prosedur dan dasar hukum ini sudah ditetapkan. Pada prinsipnya, kami-kami ini taat pada aturan hukum," kata mantan Kasatgas Diklat KPK Hotman Tambunan kepada wartawan, Jumat (29/10/2021) malam.

Hotman, yang termasuk dalam 57 eks pegawai KPK, kemudian menyinggung tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menggugurkannya sebagai pegawai KPK itu. Dia mengungkit bawa tes itu melanggar HAM, seperti temuan Komnas HAM.

"Mempelajari dan mencermati pengangkatan pegawai KPK menjadi ASN pada bulan Maret lalu, maka tesnya dilakukan oleh BKN. Kali ini tesnya tidak dilakukan oleh BKN lagi karena memang terbukti tes yang dilakukan oleh BKN dan KPK melanggar HAM dan maladministrasi sesuai rekomendasi Ombudsman RI dan Komnas HAM RI. Tesnya saat ini dilaksanakan langsung oleh kepolisian, bukan lagi oleh BKN, menarik ini," kata dia.

Hotman mengatakan pihaknya belum mengetahui bentuk tes yang akan dilakukan oleh Polri. Hotman mengatakan saat ini Novel Baswedan dkk masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari Polri.

"Tes khusus ini bentuknya apa? Belum tahu kita kan. Tes khusus untuk memetakan kompetensi, itu biasa, to. Tapi jika tes khusus tentang wawasan kebangsaan, nggak lagi kan, kita yang 57 sudah pada lulus wawasan kebangsaan. Kita posisi menunggu tentang semua prosedur dan mekanismenya," kata dia.

Simak video 'Polri Temui Eks Pegawai KPK, Bahas Regulasi Perekrutan Jadi ASN':

[Gambas:Video 20detik]