Muralis Bakal Lukis Mural Kritik di Depan Kapolri Besok

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 19:06 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom
Jakarta - Sebanyak 10 dari 80 peserta muralis dipastikan akan menggambar mural bertema kritik di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, besok. Para muralis akan membuat mural dalam lomba bertema 'Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi COVID-19'.

"Jadi gini, kan memang peserta awal itu kita kan totalnya 70 peserta. Lalu kami open lagi untuk karya mural yang kritik untuk 10 slot. Makanya kita baru pengumuman untuk yang 10 mural kritik. Jadi total peserta itu ada 80," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Jumat (29/10/2021).

Ramadhan menjelaskan mural 80 peserta lomba bakal langsung dinilai besok. Akan ada 10 pemenang yang diambil dalam lomba kali ini.

Dalam lomba ini, para peserta akan memperebutkan total hadiah senilai Rp 90 juta. Untuk juara pertama, hadiah yang didapat merupakan uang Rp 30 juta.

Kemudian, juara kedua bakal mendapat Rp 15 juta, dan Rp 10 juta untuk juara ketiga. Sementara sisa tujuh peserta lain akan mendapat masing-masing Rp 5 juta sebagai peserta favorit.

Selain itu, kata Ramadhan, para peserta sudah mulai menggambar sketsa mural di Lapangan Bhayangkara hari ini. Besok para peserta hanya tinggal melakukan finishing di hadapan Kapolri.

"Mulai gambarnya hari ini, sudah mulai dibikin sketsa. Besok itu tinggal finishing dan seremonial sama Pak Kapolri dan pengumuman pemenang," imbuh Ramadhan.

Lihat juga video 'Habiburokhman Dukung Lomba Mural Polri: Selama Tak di Tempat Umum':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Diketahui, sempat ramai penindakan terhadap gambar mural berisi kritik terhadap pemerintah, salah satunya Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kabareskrim Komjen Agus mengungkapkan Presiden Jokowi tidak berkenan bila polisi responsif menindak kritik yang dilayangkan melalui kesenian seperti mural.

Hal itu, kata Agus, juga sudah diwanti-wanti oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berhati-hati dalam menggunakan UU ITE.

"Bapak Presiden tidak berkenan bila kita responsif terhadap hal-hal seperti itu. Demikian juga Bapak Kapolri selalu mengingatkan kita dan jajaran, terutama dalam penerapan UU ITE," ujar Agus kepada wartawan, Kamis (19/8).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Sigit mengeluarkan arahan kepada jajarannya terkait penyampaian aspirasi oleh masyarakat ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan. Sigit memerintahkan jajarannya untuk menyikapi penyampaian aspirasi secara humanis.

Arahan tersebut disampaikan Jenderal Sigit lewat surat telegram Kapolri dengan nomor: STR/862/IX/PAM.3./2021 tertanggal 15 September 2021. Surat telegram tersebut ditandatangani oleh Asops Irjen Sugianto atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Arahan Kapolri ini menyusul adanya sejumlah kejadian penyampaian aspirasi saat kunjungan Presiden di beberapa daerah. Kejadian tersebut ialah ketika simpatisan mantan ormas FPI atau alumni 212 mencoba memasang poster di Waduk Pringsewu pada 2 September lalu.

Kemudian pada saat kunjungan Jokowi ke Blitar tertanggal 7 September. Satu lagi saat kunjungan Jokowi ke Solo pada 13 September. (drg/maa)