Bendahara Kelurahan Duri Kepa Ngaku Diintimidasi Lurah untuk Pinjam Uang

Khairul Ma'arif - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 22:58 WIB
Poster
Ilustrasi korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Bendahara Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, berinisial D mengaku kerap diintimidasi lurahnya, Marhali. D menyebut kerap mendapat tekanan untuk meminjam uang demi bayar honor RT.

"Kalaupun masuk kantor, saya selalu ditekan dan diintimidasi untuk pinjam uang di bank untuk membayar honor RT dan utang-utang," ujar D kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

D sendiri disebut sudah tidak ngantor sejak 3 September lalu. D mengaku absen masuk kerja lantaran sakit dan menjalani terapi.

"Perkara saya tidak masuk kantor karena saya sedang sakit dan menjalani fisioterapi," ujarnya.

Dalam perkara ini, D meminjam uang ke seorang warga bernama Sandra. D meminjam uang pada Mei 2021 untuk menutupi honor RT yang belum dibayarkan.

Sandra pun berani meminjamkan uang lantaran berurusan dengan Pemkot. Sandra mengatakan saat itu dia dijanjikan akan mendapat proyek pengadaan barang. Namun janji itu tak sesuai dengan harapannya.

Sandra sempat mendatangi Kelurahan Duri Kepa, termasuk Kecamatan Kebon Jeruk, untuk menuntaskan soal pinjaman uang itu. Dia dijanjikan akan dituntaskan pada Agustus lalu. Namun sampai saat ini hasilnya nihil, sampai akhirnya dia melaporkan Lurah Duri Kepa ke polisi.

Kembali ke D, dia menegaskan melakukan pinjaman uang ke Sandra itu atas perintah Lurah.

"Terkait pinjaman uang dari sdr Sandra a.n Kelurahan, kalau a.n pribadi tidak mungkin masuk rekening kelurahan. Dan itu semua dilaksanakan atas perintah lurah. Saya sebagai anak buah tidak mungkin melakukan pekerjaan tanpa perintah pimpinan.. dan jelas uangnya masuk rekening kantor dan sebagian ditransfer sdr Sandra ke RT langsung," paparnya.

(idn/fjp)