Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 M, Kades di Karangasem Bali Dituntut 8 Tahun Bui

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 20:25 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Karangasem -

Kepala Desa (Kades) Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, berinisial AJP dituntut pidana 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem. Pria itu dituntut bui lantaran diduga korupsi bedah rumah senilai Rp 20,25 miliar.

Terdapat 5 terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi dana bantuan sosial bedah rumah ini. Selain AJP, ada terdakwa IGS dituntut pidana penjara selama 5 tahun 3 bulan serta IGT, IKP, dan IGSJ dituntut pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa ditahan.

"Iya, hari ini merupakan sidang dengan agenda tuntutan dari JPU terkait perkara tindak pidana korupsi dana hibah bedah rumah di Desa Tianyar Barat senilai Rp 20 M 250 juta," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra, Kamis (28/10/2021).

Semara Putra menjelaskan dalam sidang yang dilakukan secara virtual tersebut, tuntutan dari JPU terhadap terdakwa dengan pasal yang sama karena 5 orang terdakwa ini memiliki peran masing-masing yang saling berkaitan. Meski begitu, tuntutan terhadap para terdakwa berbeda-beda.

"Tuntutan yang disangkakan oleh JPU terhadap ke 5 terdakwa berbeda-beda, karena dari 5 terdakwa ini memiliki peran masing-masing," jelas Semara Putra.

Pasal dakwaan yang dibuktikan terhadap terdakwa AJP yang merupakan Kades Tianyar Barat adalah Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara itu, terhadap IGS, IGT, IKP, dan IGSJ dengan dakwaan yang dibuktikan telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke -1 KUHP.