PKB Puji Kapolri soal 'Potong Kepala': Bentuk Keseriusan Tegakan Disiplin

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 18:49 WIB
Cucun Syamsurizal
Cucun Syamsurizal (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bakal 'memotong kepala' jika jajaran pimpinan di institusi Polri tidak bisa membersihkan ekor. Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai Sigit serius menegakkan disiplin Polri.

"Saya menilai pernyataan Kapolri sebagai bentuk keseriusan dalam menegakkan disiplin internal di kalangan Bhayangkara negara. Saya menilai hal ini wajar mengingat dalam beberapa waktu terakhir muncul rentetan kasus yang menunjukkan adanya pelanggaran indisipliner di kalangan anggota Polri," kata Cucun kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Cucun menyebutkan Polri selama ini selalu berupaya membenahi institusi. Ketua Fraksi PKB ini juga menyatakan kepercayaan kepada Polri terus meningkat. Dia berharap pernyataan Sigit bisa menjadi momentum untuk berbenah diri.

"Maka saya menyebutnya sebagai momentum terbaik untuk terus meningkatkan kepercayaan publik atas keseriusan Polri untuk terus berbenah. Di sini tentu akan sangat merugikan jika momentum itu terganggu oleh berbagai tindak indisipliner yang dilakukan oknum anggota," ujar Cucun.

"Walaupun yang melakukan itu hanya satu atau dua orang anggota, namun karena melakukannya dengan memakai 'seragam', maka satu institusi akan menerima getahnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak akan ragu menindak kapolda, kapolres, hingga kapolsek apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya. Sigit mengatakan pimpinan harus bisa menjadi teladan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit dalam sambutannya di acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10).

"Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai," tutur Sigit.

(maa/haf)