KPK Raker di Yogyakarta, Wakil Ketua Nawawi Kok di Jakarta?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 18:32 WIB
Pimpinan KPK terpilih Nawawi Pomolango (Ibnu Hariyanto-detikcom)
Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango (foto: dok detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menggelar rapat kerja di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort dan Spa. Namun Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango terlihat ada di gedung KPK. Mengapa Nawawi tidak ikut raker ke Yogya?

Nawawi terlihat keluar dari gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021). Namun, Nawawi tidak memberikan pernyataan pers saat ditemui wartawan.

Nawawi sempat mengatakan dirinya keluar dari gedung KPK untuk melihat situasi di sekitar. Pada saat itu di gedung KPK memang sedang ada aksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ratusan toilet di sejumlah institusi pendidikan di Kabupaten Bekasi.

"Saya ingin tahu aja ada apa ramai-ramai ini," singkatnya.

Redaksi detikcom sudah berupaya menghubungi Nawawi mengenai keberadaannya di Jakarta, sementara KPK menggelar raker di Yogyakarta. Namun Nawawi belum merespons.

Hal yang sama juga detikcom tanyakan ke Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Namun Ali juga belum merespons.

Sebelumnya diketahui, raker yang digelar KPK di hotel bintang lima ini menuai kritik dari mantan pegawainya. Di sisi lain, pimpinan KPK membalas para mantan pegawai itu sebelumnya pernah mengikuti raker di luar kota.

Bermula dari cuitan mantan penyidik KPK Novel Baswedan di Twitter. Novel menyinggung perihal etis tidaknya raker KPK di luar kota di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

"Pimpinan KPK dan pejabat utamanya besok dan lusa melaksanakan raker di Hotel Sheraton Yogya dilanjut dengan Jumat pagi acara sepeda santai start dari Mapolsek Ngemplak sampai warung kopi Kaliurang Yogya. Etis nggak sih di tengah pandemi dan kesulitan mengadakan acara begini?" cuit Novel melalui akun Twitter @nazaqistsha, Rabu (27/10). Cuitan Novel telah disesuaikan sesuai kaidah bahasa.

Membalas cuitan itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya juga dilakukan di luar kota. Bahkan, lanjut Ghufron, para mantan pegawai yang kini mengkritik itu pernah juga mengikuti raker serupa.

"Semuanya diikuti oleh struktur, misalnya Pak Giri dulu Deputi Direktur Dikmas mereka juga ikut, Pak Koko (Sujanarko) juga ikut, Mas Febri sebagai Karo Humas juga ikut," kata Ghufron saat ditemui di Sheraton Mustika Yogyakarta.

"Jadi struktur bukan hanya hari ini sebelum-sebelumnya ketika mereka masih menjadi bagian dari KPK pun bagian yang ikut serta. Kalau kemudian sekarang dikritik itu kan Anda yang bisa menyimpulkan sendiri," tambahnya.

Adapun agenda raker KPK selama 3 hari di hotel bintang 5 Sleman ini, meliputi rapat evaluasi kinerja/rapat tinjauan kinerja (REK/RTK) tahunan; evaluasi dan perumusan regulasi pasca alih status pegawai KPK menjadi ASN; dan pembaharuan struktur kelembagaan.

"Penyusunan struktur baru setelah ke ASN karena tentu kulturnya berbeda, strukturnya berbeda dan juga mekanisme kerja di kami perlu disesuaikan. Yang selama ini kami menggunakan Perkom No 7 tahun 2020 setelah menjadi ASN tentu banyak kami sesuaikan kembali," jelas Ghufron.

Sementara itu pimpinan KPK lainnya, Alexander Marwata menegaskan jika agenda raker di luar daerah bukan hanya kali ini saja dilaksanakan.

"Sebelum periode sekarang pun sudah sering dilakukan di luar. Periode saya kan ini periode kedua saya. Makanya itu sudah menjadi hal yang rutin," kata Marwata.

(whn/dhn)