Sidang Kasus Lahan DKI

Anak Buah Anies Ngaku Bolak-balik Didatangi Anggota DPRD soal Anggaran Lahan

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 17:20 WIB
Sidang kasus dugaan korupsi lahan DKI (Zunita-detikcom)
Sidang kasus dugaan korupsi lahan DKI. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Edi Sumantri, mengaku sering diminta mempercepat pencairan anggaran oleh sejumlah pihak mulai swasta hingga anggota DPRD DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Edi saat menjadi saksi di sidang mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles.

Jaksa KPK Takdir Suhan awalnya bertanya mengenai pertemuan Edi dengan Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, yang merupakan penjual lahan di Munjul, Jaktim, untuk program rumah DP Rp 0. Edi menyebut saat itu Tommy memintanya mempercepat pencairan anggaran pembebasan lahan pada Dinas Sumber Daya Air (SDA).

"Setahu saya, di pertengahan 2020, Pak Yoory bersama Tommy ke ruangan saya. Pertama Yoory silaturahmi, saat itu Pak Tommy menyampaikan mohon dibantu ada berkas yang sedang proses di Dinas SDA," ujar Edi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (28/10/2021).

Edi mengaku tidak tahu siapa Tommy. Menurutnya, Tommy merupakan teman Yoory yang meminta bantuan untuk mempercepat berkas di Dinas SDA yang saat itu memang belum selesai.

"Secara prinsip, secara pribadi, saya nggak pernah menerima tamu di luar instansi. Kalau Pak Yoory jelas Direktur BUMD. Oleh karena itu, pada saat datang minta permohonan untuk berkas di SDA sedang proses, saya sampaikan (ke Tommy) tidak perlu ke saya, kalau ada permohonan, silakan berkas ke mana titipkan ke Pak Yoory. Nanti saya lihat dikoordinasikan Dinas SDA atau Kesbang untuk menanyakan apakah proses ini bisa lanjut atau tidak dan sepenuhnya kewenangan ada di pihak SDA," papar Edi.

"Apakah ini terkait pembebasan tanah?" tanya jaksa KPK Takdir Suhan.

"Betul, pembebasan tanah di SDA," jawab Edi.

Anggota DPRD Minta Percepat Pencairan Anggaran

Jaksa Takdir kemudian bertanya kepada Edi apakah ada pihak lain yang meminta percepatan pencairan anggaran. Edi menyebut ada beberapa orang dari eksekutif dan legislatif yang mendatanginya untuk segera mempercepat pencairan.

"Selain itu, yang datang ke saya eksekutif atau legislatif. Ya mereka minta proses pencairan, sepanjang proses administrasi benar, kita cairkan," kata Edi.

"Tapi bahwa ada pihak meminta, padahal nggak punya kapasitas di kegiatan banyak ya?" tanya jaksa Takdir dan dijawab 'iya' oleh Edi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.