Survei KedaiKOPI: Anak Muda Indonesia Peduli Isu Perubahan Iklim

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 17:14 WIB
Young woman holding a globe with a face mask on it - Conceptual Coronavirus Covid-19 virus pandemic - Heart shape is drawn on the mask.
Ilustrasi Perubahan Iklim (Foto: Getty Images/iStockphoto/FilippoBacci)
Jakarta -

Lembaga KedaiKOPI melakukan survei terkait persepsi lingkungan hidup bagi anak muda dalam hal ini Gen Y dan Gen Z. Hasilnya 81 persen menyatakan kalau Indonesia darurat akan perubahan iklim.

Survei ini dilakukan pada 14-21 Oktober 2021 dengan total 1.200 responden secara nasional. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon. Mereka yang mengikuti survei ini berada dalam usia 14-40 tahun (Gen Y dan Gen Z).

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan survei ini diawali dengan pertanyaan seberapa tertariknya responden dengan isu lingkungan hidup. Mayoritas menjawab tertarik.

"Dari hasil survei tersebut sebanyak 77,4% responden tertarik dengan isu lingkungan hidup di Indonesia," kata Kunto Adi, dalam diskusi secara virtual, Kamis (28/10/2021).

Kasus perubahan iklim yang paling banyak diketahui adalah perubahan suhu 19,2%, perubahan cuaca 19,1%, dan perubahan musim yang tidak menentu 18%, serta global warming 10,3%. Kemudian terkait seberapa daruratnya perubahan iklim di Indonesia, sebanyak 81,1% menyatakan darurat.

"Kita juga menanyakan seberapa darurat perubahan iklim di Indonesia, 81,1% menyatakan darurat, kemudian 18,9% menyatakan tidak darurat," ujar Kunto Adi.

Selain itu, masih terkait iklim, mayoritas responden menyatakan pemerintah sudah serius menangani masalah perubahan iklim. Hasilnya, 77% menyatakan serius.

Kemudian terkait langkah yang sebaiknya diambil pemerintah dalam menangani perubahan iklim, mayoritas responden meminta pemerintah untuk lebih tegas dan bertanggung jawab. Lalu melakukan reboisasi skala besar serta merancang penggunaan energi terbarukan.

Selain soal perubahan iklim, survei KedaiKOPI ini menanyakan terkait masalah Laut Natuna. Ternyata hanya sedikit dari total responden yang tahu terkait isu Laut Natuna.

"Dari 1.200 responden, 54,7% menyatakan tidak tahu terkait isu Laut Natuna, sedangkan yang mengetahui isu tersebut hanya 35,3%," ujarnya.

Namun, di sisi lain, responden menilai pemerintah sudah serius menangani konflik laut Natuna. Yakni 70,7% mengakui keseriusan pemerintah.

"70,7% persen mengakui pemerintah serius menangani konflik Laut Natuna, sisanya 29,3% menyatakan tidak serius," kata Kunto Adi.

(eva/tor)