Harga PCR Turun, 12 Ribu Turis Domestik Diprediksi ke Bali Saat Nataru

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 17:02 WIB
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Penurunan harga tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) dinilai memberikan angin segar bagi wisatawan domestik (wisdom) yang bakal berkunjung ke Bali. Terlebih, masa berlaku tes tersebut juga diperpanjang.

"Yang tadinya Jawa-Bali dengan harga Rp 490 (ribu), sekarang udah turun menjadi Rp 275 (ribu). Dari segi harga saya rasa sudah memberikan angin segar bagi wisdom ke Bali, ditambah lagi dengan masa berlaku 3 kali 24 jam," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Sementara untuk saat Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Cok Ace memprediksi akan terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ia memprediksi angka wisdom ke Bali bisa mencapai 12 ribu.

"Sekarang cuti bersama dihapuskan sama seperti tahun sebelumnya. Kalau sekarang (wisdom ke Bali) sudah 6.500. Pernah turun gara-gara syarat RT-PCR pertama diberlakukan," harapnya.

"Mungkin hari ini sudah di atas 7.000. Semoga nanti (saat Nataru) bisa di atas 10 sampai 12 ribu saya kira untuk domestik, mudahan-mudahan nanti wisman juga nambah," sambung Cok Ace.

Cok Ace mengatakan, secara umum, wisdom ke Bali, khususnya dari Jakarta, Surabaya, dan pusat Jawa lainnya, datang pada akhir pekan. Mereka ada yang datang pada Jumat dan balik pada Sabtu.

"Kalau dulu (masa berlaku RT-PCR) 2 kali 24 (jam) tanggung, besoknya sudah harus swab lagi di Bali. Sekarang dengan 3 kali 24 jam, kita harapkan Sabtu (dan) Minggu bisa full menikmati liburan di Bali," harap Cok Ace.

Bagi Cok Ace, penurunan harga tes RT-PCR menjadi Rp 275 ribu masih reasonable dan masih masuk akal. Sebab tes tersebut juga sebagai usaha untuk menjaga kondisi di Bali. Meski demikian, Cok Ace menilai pelayanan RT-PCR masih perlu diperbaiki.

"Yang mereka perlu perbaiki adalah pelayanan ini yang mereka masih rasakan, lambat pelayanannya. Mungkin karena terbatasnya alat dan sebagainya," kata mantan Bupati Gianyar, Bali itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.